Yogyakarta, 13 Juli 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan Workshop Fish Disease Models and Bioinformatics yang berlangsung pada Jumat dan Senin, 10 dan 13 Juli 2026, bertempat di Ruang Sidang Atas Lantai 3 Gedung A Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang berasal dari sivitas akademika Universitas Gadjah Mada maupun masyarakat umum yang memiliki ketertarikan pada bidang biologi, penyakit infeksi, dan bioinformatika.
Workshop ini menghadirkan dua narasumber dengan keahlian yang saling melengkapi, yaitu Prof. Herman Spaink dari Leiden University dan Dr. Luthfi Nurhidayat dari Fakultas Biologi UGM. Melalui kombinasi sesi seminar dan praktik langsung (hands-on workshop), peserta memperoleh wawasan mengenai pemanfaatan hewan model dalam riset biomedis sekaligus keterampilan analisis data transkriptomik menggunakan perangkat bioinformatika.
Pada sesi pertama yang diselenggarakan pada Jumat (10/7), Prof. Herman Spaink menyampaikan materi mengenai pemanfaatan zebrafish (Danio rerio) sebagai hewan model dalam riset biomedis. Beliau memaparkan berbagai aplikasi zebrafish dalam penelitian penyakit, khususnya untuk mempelajari tuberkulosis dan kanker. Selain itu, Prof. Spaink juga menjelaskan konsep konversi dosis obat dari zebrafish ke manusia sebagai salah satu pendekatan dalam penelitian translasional, pemanfaatan teknologi live imaging untuk mengamati dinamika penyakit secara real-time, serta peran Toll-like Receptor 2 (TLR2) dalam respons imun terhadap infeksi. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana model zebrafish telah berkembang menjadi salah satu platform penelitian yang penting dalam memahami mekanisme penyakit dan mendukung pengembangan terapi baru.
Pada sesi kedua yang dilaksanakan pada Senin (13/7), Dr. Luthfi Nurhidayat memandu peserta dalam workshop bioinformatika secara hands-on yang berfokus pada analisis data transkriptomik menggunakan RStudio. Dalam sesi praktik ini, peserta diperkenalkan pada alur analisis data RNA sequencing (RNA-seq), mulai dari pengolahan data, analisis ekspresi gen diferensial, hingga interpretasi hasil menggunakan berbagai paket analisis di lingkungan R. Pendekatan praktik secara langsung memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami tahapan analisis bioinformatika sekaligus mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari.
Selama kedua sesi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui diskusi interaktif dan sesi tanya jawab bersama para narasumber. Perpaduan antara materi konseptual mengenai hewan model dan pelatihan analisis bioinformatika memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi peserta, sekaligus memperlihatkan pentingnya integrasi pendekatan eksperimental dan komputasional dalam penelitian biologi modern.
Melalui penyelenggaraan Workshop Fish Disease Models and Bioinformatics, Fakultas Biologi UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang ilmu hayati, memperkuat kolaborasi akademik internasional, serta memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi kepada mahasiswa, peneliti, dan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi peserta sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi riset yang inovatif di bidang penyakit infeksi, biomedis, dan bioinformatika.




