Yogyakarta, 26 Oktober 2024 – Biology Orchid Study Club (BiOSC) melalui Divisi Konservasi melaksanakan kegiatan eksplorasi dan inventarisasi keanekaragaman anggrek di kawasan Curug Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan eksplorasi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Divisi Konservasi BiOSC dalam mendukung upaya konservasi anggrek alam. Lokasi Curug Sidoharjo dipilih karena memiliki kelembaban tinggi yang sangat mendukung pertumbuhan anggrek. Lokasi tersebut merupakan salah satu tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga keberadaan anggrek yang terdapat di Curug Sidoharjo berpotensi mengalami gangguan yang diakibatkan oleh aktivitas wisatawan yang berkunjung. Kegiatan ini diikuti oleh 13 anggota aktif BiOSC dan bertujuan untuk mendata jenis anggrek serta melengkapi data keanekaragaman anggrek di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini diawali dengan briefing peserta kegiatan dan persiapan eksplorasi yang meliputi pembagian tugas penanggung jawab lapangan. Setelah itu, dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam, peserta eksplorasi sampai di Curug Sidoharjo pada pukul 09.30 WIB. Kegiatan dilanjutkan dengan eksplorasi selama kurang lebih 3 jam. Metode yang dilakukan yaitu dengan susur hutan di sekitar wilayah Curug Sidoharjo sambil mengamati keberadaan anggrek di sekitar area tersebut. Anggrek yang berhasil ditemukan, kemudian didokumentasikan dan diidentifikasi untuk mengetahui keanekaragaman spesies anggrek di sekitar Curug Sidoharjo. Anggrek yang berhasil diidentifikasi di lokasi Curug Sidoharjo berjumlah 6 spesies. Jenis anggrek alam yang ditemukan tersebut meliputi Liparis sp., Dendrobium crumenatum, Acriopsis liliifolia, Malaxis sp., Thaeniophyllum sp., dan Bryobium sp. Hasil dari eksplorasi akan diolah untuk dijadikan catatan konservasi anggrek alam dan menambah informasi keanekaragaman anggrek yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini adalah langkah awal Divisi Konservasi BiOSC dalam upaya konservasi anggrek alam di Curug Sidoharjo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan dengan adanya kegiatan eksplorasi dan inventarisasi anggrek alam yang dilakukan Divisi Konservasi BiOSC dapat melengkapi informasi keanekaragaman spesies-spesies anggrek alam dan upaya konservasi anggrek yang terdapat di Curug Sidoharjo, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah eksplorasi ini, Divisi Konservasi BiOSC akan melakukan monitoring di kawasan Curug Sidoharjo, sehingga anggrek alam yang ada di lokasi tersebut dapat tetap tumbuh, berkembang, dan lestari. [Penulis: BiOSC]
Copenhagen, 13 Desember 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengambil langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan riset di kancah internasional. Kali ini, melalui kunjungan ke Technical University of Denmark (DTU), salah satu universitas teknik terbaik di Denmark dan Eropa. DTU menempati peringkat ke-109 QS World University Ranking dan menduduki posisi ke-5 di bidang Bioteknologi berdasarkan Academic Ranking of World Universities (Shanghai Ranking).
DTU Biosustain, pusat riset unggulan di bawah Novo Nordisk Foundation, menjadi salah satu fokus kunjungan ini. Departemen ini berperan besar dalam menciptakan solusi berkelanjutan melalui pengembangan microbial cell factories. Semenjak didirikan di tahun 2011, departemen ini telah melahirkan lebih dari 30 perusahaan rintisan (startup) di bidang bioteknologi. Kunjungan ini terjalin melalui koneksi salah satu staf pengajar Fakultas Biologi UGM, Matin Nuhamunada, yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di DTU Biosustain.
Sebagai upaya menginisiasi kerja sama lebih lanjut, tim Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan), Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni), dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., melakukan kunjungan ke DTU Biosustain pada Jumat (13/12).
Kunjungan tersebut diawali dengan diskusi bersama dua group leaders dari DTU Biosustain, yaitu Dr. Pablo Cruz Morales dan Dr. Sheila Ingemann Jensen. Dr. Pablo memimpin penelitian di bidang Yeast Natural Products, dengan fokus pada eksplorasi dan modifikasi kimiawi yang dihasilkan oleh fungi untuk mengembangkan molekul baru seperti obat-obatan, bahan bakar berkelanjutan, dan polimer, sebagai upaya menciptakan era baru industri biokimia yang ramah lingkungan. Sementara itu, Dr. Sheila memimpin grup Sustainable Microbial Applications, yang berfokus pada pengembangan alat molekuler untuk rekayasa bakteri guna menciptakan microbial cell factories yang efisien untuk produksi bahan kimia dari sumber daya terbarukan seperti limbah lignoselulosa dan derivatif CO2. Diskusi ini membahas potensi kolaborasi riset, terutama untuk mengakselerasi bioprospeksi sumber daya hayati yang ada di Indonesia secara berkelanjutan. Diskusi ini juga membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM untuk melakukan kunjungan riset di DTU Biosustain.
Selain itu, tim Fakultas Biologi juga bertemu dengan Dr. Kai Blin, co-principal investigator dari kelompok riset Natural Products Genome Mining yang dipimpin oleh Prof. Tilmann Weber. Dalam kesempatan ini, tim mendapatkan wawasan tentang pentingnya infrastruktur teknologi informasi (TI) untuk mendukung pengembangan riset bioinformatika. Sebagai contoh, layanan analisis antiSMASH, sebuah perangkat lunak pencari antibiotik yang dikembangkan oleh grup ini, didukung oleh fasilitas komputasi berupa 8 server di DTU dengan kapasitas sebanyak 784 CPU dan 3 TB RAM. AntiSMASH sendiri telah digunakan lebih dari 1 juta kali oleh berbagai peneliti dari penjuru dunia dan memiliki lebih dari 6.500 sitasi ilmiah.
Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam upaya Fakultas Biologi UGM untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan riset melalui kolaborasi dengan mitra internasional, terutama Technical University of Denmark. Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas yang inklusif (SDGs 4) serta peningkatan pengakuan atas kemitraan global (SDGs 17).
Yogyakarta, 13 Desember 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan acara pelepasan mahasiswa Program Student Exchange pada hari Jumat, 13 Desember 2024, bertempat di Bong O Bong Grill, Gejayan. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., Ketua Program Studi Sarjana Sukirno, M.Sc., Ph.D., Pengelola International Undergraduate Program, Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D., Pengelola Office of International Affairs, Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D., beberapa perwakilan dosen, yaitu Ibu Rina Sri Kasiamdari, S.Si., M.Sc., Ph.D., Dr. Miftahul Ilmi, M.Si., dan Mukhlish Jamal Musa Holle M.Env.Sc, D.Phil., serta beberapa staf akademik.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam program pertukaran ini. Beliau menekankan pentingnya pengalaman internasional sebagai langkah strategis untuk pengembangan akademik dan pribadi, serta memperluas wawasan global mahasiswa.
Ketua Program Studi Sarjana Sukirno, M.Sc., Ph.D., dalam kesempatan ini berharap agar program student exchange ini dapat terus dilaksanakan di masa depan, memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa dan memperkuat hubungan akademik antar universitas di berbagai negara.
Acara berjalan dengan suasana hangat dan meriah, dimana salah satu perwakilan mahasiswa exchange, Nur Asma’ binti Mohd Asri, mengungkapkan rasa terima kasihnya dalam bahasa Jawa atas kesempatan yang diberikan melalui program ini.
Tahun ini, Fakultas Biologi UGM menerima 11 mahasiswa pertukaran dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Universiti Brunei Darussalam, dan Toyo University. Program ini menjadi bukti nyata upaya Fakultas Biologi UGM dalam memperkuat jaringan internasional dan membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi mahasiswa. Fakultas Biologi UGM berharap agar kerjasama dengan universitas internasional terus berlanjut dan semakin berkembang, memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat. [Aulia]
Jakarta, 13 Desember 2024 – Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi UGM, berhasil meraih penghargaan Anugerah Gold Academic Leader 2024 untuk Bidang Sains dalam ajang bergengsi Anugerah Diktisaintek 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Acara penganugerahan berlangsung di Graha Diktisaintek, Gedung D Lantai 2, Jakarta, pada Jumat 13 Desember 2024, dan dihadiri oleh akademisi, peneliti, serta pemangku kebijakan nasional. Dalam acara tersebut, penghargaan ini diterima oleh Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, yang hadir mewakili Prof. Budi karena beliau sedang melaksanakan tugas kunjungan kerja sama di Eropa.
Pada kesempatan kali ini Prof Budi menjadi salah satu dari dua penerima penghargaan yang mewakili UGM. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan reputasi UGM sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi unggulan, tetapi juga menunjukkan komitmen UGM dalam mencetak pemimpin akademik berdaya saing global.
Penghargaan ini diberikan berkat karya inovasi unggulan Prof. Budi yang berjudul “Karakterisasi Genetik dan Potensi Bioprospeksi ‘Gama Melon Parfum’ sebagai Bahan Baku Kosmetik”. Penelitian ini berhasil mengeksplorasi potensi melon lokal melalui pendekatan bioteknologi modern, menciptakan peluang baru bagi industri kosmetik ramah lingkungan berbasis bahan alam. Gama Melon Parfum tidak hanya menjadi simbol inovasi ilmiah, tetapi juga upaya pelestarian biodiversitas Indonesia yang bernilai ekonomi tinggi. Selain itu, karya Prof. Budi memainkan peran penting dalam mempromosikan praktik pertanian inovatif yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.
Inovasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dimana mendorong produksi kosmetik berbasis bahan alami yang berkelanjutan dan meminimalkan dampak lingkungan, serta SDGs 15 (Ekosistem Darat) dengan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia melalui pemanfaatan tanaman lokal seperti melon parfum.
Sebagai akademisi dengan reputasi nasional dan internasional, Prof. Budi memiliki rekam jejak ilmiah yang menginspirasi. Beliau telah mengantongi 5 hak paten, 1 merek dagang, dan 22 hak cipta dari berbagai inovasi yang dikembangkan. Selain itu, kontribusi ilmiahnya juga diakui secara global dengan H-Indeks Scopus 11 dan Google Scholar 20.
Selain Prof. Budi, UGM juga diwakili oleh satu akademisi lain yang berhasil meraih penghargaan pada kategori berbeda. Pencapaian ini semakin menegaskan kiprah UGM sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang konsisten mendukung pengembangan riset dan inovasi. Tidak hanya itu, penghargaan ini semakin memperkuat posisi UGM sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang terus melahirkan pemimpin-pemimpin akademik dengan kontribusi nyata bagi masyarakat dan ilmu pengetahuan.
Anugerah Diktisaintek 2024 tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi akademisi berprestasi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Acara ini juga mendorong percepatan riset, inovasi, dan kolaborasi pendidikan yang berdampak luas bagi kesejahteraan bangsa serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Dengan penghargaan ini, Prof. Budi berharap lebih banyak peneliti muda Indonesia akan terdorong untuk berani berkarya dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai solusi inovatif untuk tantangan global di masa depan.
Pada Minggu, 22 September 2024 telah dilaksanakan kegiatan Webinar Soft Skill Anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) 2024 dengan mengusung tema “Emotional Intelligence”. Tema yang dipilih memiliki tujuan agar anggota KSAT 2024 dapat belajar bersama, serta mengevaluasi diri mengenai cara memahami satu sama lain, cara mengontrol emosi diri, self awareness, time management, dan untuk memperkuat kepekaan di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan program kerja dari divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Kabinet Magnolia yang berperan untuk membangun hubungan internal antara sesama anggota, memfasilitasi dalam pengembangan diri, serta menciptakan suasana nyaman sebagai wadah penyaluran pendapat anggota. Maka dari itu, kegiatan soft skill ini dilaksanakan secara online meet melalui Zoom meeting yang dihadiri oleh anggota KSAT angkatan tahun 2021 – 2023.
Kegiatan Webinar Soft Skill ini diawali dengan pembukaan MC oleh Rofina Rima Permatasari, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Wiko Arif Wibowo selaku pembina Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT). Setelah dilakukan sambutan oleh pembina Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) kegiatan dilanjutkan dengan pematerian yang disampaikan oleh narasumber, yaitu Kak Yulfiza Evan Nadar. Setelah sesi pematerian, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan audiens, kuis, penyerahan sertifikat narasumber, dokumentasi, dan penutup.
Puji syukur kegiatan Webinar Soft Skill 2024 dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Harapannya dengan diadakan kegiatan ini dapat menambah pengetahuan anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) terutama mengenai pengembangan dirinya. Selain itu, semoga dengan diadakan kegiatan ini Anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) dapat semakin lebih baik dan mengakar kuat sehingga dapat menjadi kelompok studi yang semakin baik dari waktu ke waktu serta dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar baik akademisi hingga masyarakat luas [Penulis: PSDM KSAT 2024].
Eva Yunizar Reza, mahasiswi Fakultas Biologi (2021) UGM menjadi Delegasi Indonesia pada ASEAN – Australia Young Leaders Forum (AAYLF) 2024 di Ho Chi Minh City, Vietnam. Forum pemimpin muda ini dihadiri oleh delegasi terpilih dari negara-negara di Asia Tenggara dan Australia sebanyak 50 delegasi yang dilaksanakan selama tiga hari intensif yaitu pada 29 November hingga 1 Desember 2024 berpusat di Study Melbourne Hub, di Saigon, Ho Chi Minh City, Vietnam.
AAYLF yang diselenggarakan oleh ASEAN Australia Strategic Youth Partnership tahun ini mengungkap tantangan dan solusi yang berkaitan dengan tema “InnovASEAN: Shaping Tomorrow’s Tech Leaders”. AAYLF meningkatkan pengetahuan delegasi tentang isu-isu yang dihadapi Australia dan ASEAN, mengembangkan keterampilan kepemimpinan antar budaya, membangun jaringan regional, dan mengimplementasikan proyek-proyek untuk meningkatkan hubungan Australia dan ASEAN.
Sebagai satu dari tujuh delegasi dari Indonesia, selain pencapaian kepemimpinan, motivasi yang kuat, Eva mengajukan mini esai yang mengantarkannya menjadi bagian dari delegasi Indonesia yang berjudul “Biotechnology: Bridging Nature and Technology for ASEAN and Australia”. Eva memiliki pandangan bahwa bioteknologi merupakan teknologi mutakhir yang memiliki peran penting bagi manusia di masa depan, terutama dalam bidang kesehatan. Berlatar belakang bahwa Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan wilayah tropis dengan megabiodiversitas yang memiliki banyak potensi. Nanofiber Wound Healing merupakan salah satu inovasi bioteknologi yang menjadi subjek ide yang menjanjikan di masa depan, seperti pemanfaatan ekstrak daun kelor, alginat, dan binahong.
ASEAN – Australia Young Leaders Forum (AAYLF) 2024 menghadirkan forum dengan berbagai subtema meliputi Future of Technology and Diplomacy, Critical and Emerging Technologies, Future of Artificial Intelligence, Diversity and Intersectionality in Tech, Conservation of Nature and Culture through Tech, Tech Solutions for Climate Risks, dan presentasi Policy Simulation. Eva mempresentasikan hasil studi kasus dan policy recommendations yang mewakili negara tetangga yaitu Malaysia terhadap kondisi cuaca ekstrem berjudul “Resource-Positive Investment Partnership Program (R-PIPP)” bersama perwakilan delegasi Australia, Vietnam, dan Philippines.
Partisipasi Eva dalam ASEAN – Australia Young Leaders Forum (AAYLF) 2024 mencerminkan bagaimana latar belakang keilmuan biologi dapat memberikan kontribusi nyata dalam menghadapi tantangan global melalui kolaborasi regional. Dengan wawasan ilmiah yang mendalam dan keterampilan kepemimpinan lintas budaya, Eva turut serta dalam simulasi kebijakan internasional untuk mencari solusi atas climate crisis. Pengalaman ini tidak hanya menunjukkan komitmen generasi muda Indonesia dalam membangun hubungan strategis antara ASEAN dan Australia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan. [Penulis: Eva Yunizar Reza]
Pada hari Jumat, 13 Desember 2024 pukul 10.00-16.00 WIB, telah dilaksanakan Evaluasi Akhir Tahun dan Musyawarah Anggota Formasigen 2024. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM. Evaluasi Akhir Tahun dan Musyawarah Anggota Formasigen 2024 ini dihadiri oleh Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembina Formasigen, pengurus Formasigen 2024, dan calon pengurus Formasigen 2025. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terkait peninjauan ulang AD/ART Formasigen, evaluasi selama satu tahun kepengurusan, dan musyawarah anggota untuk menentukan ketua Formasigen 2025. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui AD/ART sesuai dengan kesepakatan terbaru, memantau program kerja yang dilaksanakan oleh pengurus Formasigen Kabinet GenomCity, mengidentifikasi kendala dan tantangan yang dihadapi selama sepanjang kepengurusan, memberikan masukan konstruktif dan rekomendasi untuk perbaikan program kerja, serta meningkatkan kualitas program kerja yang telah direncanakan, dan menentukan ketua Formasigen 2025.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, yaitu Enjang Sekaryati Prasetyaningrum selaku Ketua Divisi Humas dan Jaringan Kabinet GenomCity 2024. Selanjutnya, dilakukan peninjauan AD/ART Formasigen yang dipimpin oleh Presidium I, Muhammad Sena Budiman, dan Presidium II, Ihsanti Tsania Fajriati. Pada kegiatan ini dilakukan peninjauan dan pembaharuan pasal-pasal dalam AD/ART sesuai dengan kondisi dan situasi yang terjadi pada kepengurusan saat ini dan dinilai akan sesuai dengan kepengurusan-kepengurusan selanjutnya. Setelah kegiatan tersebut, dilakukan ishoma.
Setelahnya, dilanjutkan kegiatan Evaluasi Akhir Tahun dan Musyawarah Anggota. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut, terdapat sambutan oleh Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembina Formasigen. Dari sambutan tersebut, Ibu Ganies menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus Formasigen 2024 yang telah melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik, serta diharapkan dari evaluasi-evaluasi yang disampaikan pada kesempatan kali ini dapat menjadi pembelajaran bagi kepengurusan selanjutnya. Ibu Ganies juga menyampaikan semangat dan selamat kepada Calon Ketua Formasigen 2025 dan Calon Pengurus Formasigen 2025. Selanjutnya, kegiatan berupa presentasi oleh kepala divisi dari tiap divisi untuk menyampaikan program kerja yang yang telah dilaksanakan selama setengah tahun, beserta evaluasi dan saran dari setiap program kerja yang telah terlaksana. Presentasi diawali dengan presentasi oleh ketua, kemudian presentasi oleh sekretaris dan bendahara, kepala divisi PSDM, keilmuan, kerumahtanggaan, humas dan jaringan, serta diakhiri oleh presentasi dari kepala divisi media dan informasi.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Musyawarah Anggota 2024. Pada kegiatan ini mencakup perkenalan dan pemaparan Visi Misi Calon Ketua Formasigen 2025, yaitu Denianto Agung Wicaksono, Muhammad Meshal Ramdhayesa, dan Muhammad Rafi Fairuza. Kegiatan dilanjutkan dari tanya jawab dari pengurus Formasigen 2024 dan calon pengurus Formasigen 2025. Selanjutnya, dilakukan musyawarah untuk pemilihan ketua. Kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman Ketua Formasigen 2025 terpilih, yaitu Denianto Agung Wicaksono, dan dilakukan serah terima jabatan antara Ketua Formasigen 2024 dan Ketua Formasigen 2025. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi dokumentasi, lalu penutupan. [Penulis: Formasigen]
Kuala Lumpur, Malaysia – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Muhammad Faris Khiar Calosa dan Ridho Nur Alam berhasil meraih medali perak dalam ajang International Youth Summit 2024. Kompetisi esai internasional ini berlangsung pada 9-10 November 2024 di Universiti Putera Malaysia, Malaysia, dengan ratusan peserta dari berbagai negara yang bersaing mempresentasikan inovasi mereka di berbagai kategori.
Dalam kompetisi ini, tim Fakultas Biologi UGM berkompetisi di kategori Foods dengan mengusung karya ilmiah bertajuk Boba Bean: An Innovative Instant Red Bean Beverage for Anemia Prevention Among Adolescents. Ide inovatif ini berhasil menarik perhatian juri internasional berkat pendekatan kreatif yang menggabungkan solusi nutrisi berbasis sains dengan tren makanan yang relevan di kalangan remaja. Melalui persiapan yang matang dan kolaborasi lintas disiplin dengan anggota tim dari Fakultas Ilmu Budaya, Teknik, dan Farmasi, tim ini berhasil menonjol di antara para pesaing dan meraih penghargaan yang membanggakan.
Inovasi Boba Bean menawarkan minuman berbasis kacang merah yang tidak hanya kaya akan zat besi nabati, tetapi juga dirancang untuk menarik perhatian generasi muda yang menyukai minuman trendi. Dengan memanfaatkan bahan alami seperti kacang merah, tepung tapioka, dan gula kelapa, produk ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis untuk meningkatkan asupan zat besi harian dan mencegah anemia, khususnya di kalangan remaja putri yang memiliki prevalensi anemia cukup tinggi. Selain kaya gizi, Boba Bean juga menonjolkan keunggulan dalam hal rasa dan tekstur yang sesuai dengan preferensi remaja.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kualitas riset mahasiswa Fakultas Biologi UGM, tetapi juga memperlihatkan kemampuan generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam menjawab permasalahan global melalui inovasi yang relevan. Secara khusus, karya ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan, dengan menyediakan alternatif pangan bergizi yang dapat membantu mencegah anemia, dan SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan. [Penulis: Ridho Nur Alam]
Pada Tanggal 30-31 Juli 2024, Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Kultur Jaringan Anggrek sebagai realisasi kerjasama antara Tim Penelitian MBKM Anggrek G. Lawu F. Biologi UGM dengan PT Pertamina AFT Adi Sumarmo dan Yayasan Inisiasi Berkelanjutan (Ailesh). Tim penyelenggara terdiri dari Mahasiswa MBKM Anggrek G. Lawu yang dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti dan empat mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM yaitu Pauline Destinugrainy, Febri Yudha, Ellke Gildantia, Yumna Rahmadias.
Kegiatan pelatihan kultur jaringan ini dilakukan selama 2 hari. Pada hari pertama, pelatihan ini dibuka oleh Prof. Dr. Endang Semiarti sebagai Dosen Pembimbing mahasiswa Tim MBKM Anggrek Lawu. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pengenalan Laboratorium Bioteknologi, pematerian terkait pengenalan anggrek dan dasar kultur jaringan, serta diakhiri dengan praktek langsung dalam pembuatan media NP, penyiapan alat-alat dan sumber eksplan, serta sterilisasi media dengan autoklaf.
Pada hari kedua, pelatihan dibuka dengan diskusi praktikum sebelumnya, dilanjutkan pematerian terkait penaburan biji anggrek, persilangan anggrek, subkultur anggrek dan compoting serta dilanjutkan praktik langsung dari materi yang telah disampaikan. Pelatihan ini ditutup dengan kunjungan ke Greenhouse Anggrek F. Biologi UGM yang berlokasi di Karanggayam.
Peserta pelatihan kultur jaringan anggrek ini berjumlah 3 orang yaitu Viar Rahmat A., Imam Aziz S., dan Suratno. Para peserta sangat antusias, hal tersebut dibuktikan dengan mereka tekun mengerjakan dan sering bertanya. Dalam proses pelatihan, hasil kultur dari beberapa peserta masih perlu ditingkatkan, namun yang penting peserta telah memiliki pengetahuan dan pengalaman langsung dalam melakukan kultur jaringan.
Kegiatan pelatihan kultur jaringan anggrek ini sesuai dengan SDGs nomor 12, 13, dan 15. SDGs nomor 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDGs nomor 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan menggunakan teknik kultur jaringan, produksi anggrek dapat dilakukan dalam lingkungan terkendali seperti laboratorium atau rumah kaca yang mengurangi kebutuhan transportasi dan penggunaan mesin-mesin berat yang menghasilkan emisi karbon tinggi, SDGs nomor 15 (Kehidupan di Darat), Teknik kultur jaringan memungkinkan pembiakan dan pelestarian spesies anggrek yang langka atau terancam punah. Ini sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem darat.
Dengan demikian, pelatihan kultur jaringan anggrek tidak hanya membantu dalam meningkatkan produksi tanaman secara efisien dan berkelanjutan, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan perubahan iklim serta melestarikan keanekaragaman hayati.
Diharapkan dari adanya pelatihan ini, peserta dapat menguasai teknik kultur jaringan anggrek secara profesional, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi anggrek, melestarikan spesies anggrek yang langka dan terancam punah melalui teknik kultur jaringan, membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan pengusaha lokal, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pada tanggal 26 Maret 2024, tim dari MBKM-lit Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kunjungan lapangan ke Taman Hutan Raya (Tahura) KGPAA Mangkunagoro I. Kegiatan ini melibatkan Prof. Dr. Endang Semiarti, MS. M.Sc. sebagai dosen pembimbing, 4 anggota mitra dari AILESH, 3 anggota mitra dari Pertamina, 3 anggota pengelola Tahura, serta 6 anggota MBKM yaitu Bella Marcha, Akmal Bunyamin, Valeria Nawang, Inayah Budi Cahyani, Violeta Setya Adraneswari, dan Novendika Dini. Tahura yang dikunjungi ini terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, merupakan satu-satunya Tahura di Jawa Tengah. Lokasinya yang berdekatan dengan Candi Sukuh dan dikelilingi oleh keindahan alam lereng Gunung Lawu menjadikannya destinasi yang menarik untuk eksplorasi dan penelitian.
Dalam kunjungan ini, tim MBKM-lit fokus pada observasi laboratorium kultur jaringan dan green house yang ada di Tahura KGPAA Mangkunagoro I. Laboratorium kultur jaringan memainkan peran penting dalam pemuliaan tanaman, sementara greenhouse memungkinkan penelitian dan pengembangan tanaman dalam lingkungan terkontrol. Para mahasiswa dan dosen berkesempatan memahami praktik-praktik terkini dalam bidang ini dan berinteraksi dengan para ahli di lokasi. Hasil observasi mengenai laboratorium kultur jaringan dan greenhouse di TAHURA KGPAA Mangkunagoro I menunjukkan beberapa temuan yaitu, Laboratorium dilengkapi dengan fasilitas untuk mengkultur jaringan tanaman secara in vitro, namun setting atau tata letak laboratorium kurang tepat sehingga perlu dilakukan setting lab. Terdapat 2 greenhouse yaitu greenhouse Tahura serta greenhouse KTH (Kelompok Tani Hutan). Dalam kedu greenhouse tersebut terdapat beberapa spesies anggrek serta tanaman hias yang lainTim MBKM-Lit Anggrek Fakultas Biologi 2024 Melaksanakan Eksplorasi di Gunung Lawu.
Sebagai tindak lanjut, pada tanggal 13-14 Juni Tim MBKM-Penelitian Anggrek Fakultas Biologi 2024 yang diketuai oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. ini melaksanakan kegiatan eksplorasi anggrek di Gunung lawu dan setting laboratorium bersama mitra (AILESH). Kegiatan ini melibatkan 6 anggota MBKM dan 4 mahasiswa anggota Biology Orchid Study Club (BiOSC) yaitu Hanif Fauzan, Anida Safriyani, Nindya Aisyah, dan Farhan Kesawa yang bekerja sama dengan 2 anggota dari mitra (AILESH) dan 2 anggota dari pengurus KGPAA Mangkunagoro 1.
Eksplorasi anggrek di Gunung Lawu ini merupakan salah satu agenda dari kegiatan MBKM-Penelitian Anggrek Fakultas Biologi 2024. Mahasiswa akan mencari berbagai spesies anggrek serta melakukan identifikasi anggrek di dearah Gunung Lawu. Adapun tujuan dari eksplorasi ini adalah mencari spesies anggrek yang akan digunakan untuk kultur jaringan serta kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi KGPAA Mangkunagoro 1 berupa luaran inventarisasi anggrek di Gunung Lawu yang terbaru. Program MBKM penelitian ini mendukung SDG’s 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, SDG’s 13 penanganan perubahan iklim, serta SDG’s 15 menjaga ekosistem darat.
Kegiatan diawali pada tanggal 13 juni yaitu setting laboratorium, dimana mahasiswa MBKM menempelkan beberapa tata tertib, peraturan, protokol laboratorium, dan cara penggunaan alat-alat di laboratorium. Adapun tujuan dari setting laboratorium ini adalah untuk menunjang kegiatan laboratorium yang berada di laboratorium kultur jaringan Adi Sumarmo. Pada tanggal 14 juni dilaksanakan eksplorasi pada pukul 08.00 dengan rute perjalanan via TAHURA.
Link Video:
https://drive.google.com/file/d/1tHg_RjvpXdl_4PI-aD6B1IvDE7zPuX2L/view?usp=drivesdk

















































