Arsip:
SDG 10 : Berkurangnya Kesenjangan
Sleman, 9 Mei 2025 — Ridho Nur Alam, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 yang akrab disapa Alam, berhasil meraih gelar Dimas Favorit Sleman 2025 dalam ajang dua tahunan Pemilihan Dimas Diajeng Sleman yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Gelar ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan karakter kuat yang ditunjukkan Alam sepanjang proses seleksi, serta antusiasme dukungan publik yang luas terhadapnya.
Proses seleksi Dimas Diajeng Sleman 2025 dimulai dengan pembukaan pendaftaran yang menjaring 130 peserta dari berbagai latar belakang pemuda-pemudi di wilayah Sleman. Dari jumlah tersebut, 70 peserta mengikuti tes tulis sebagai tahap awal seleksi. Peserta yang lolos kemudian melanjutkan ke tahap wawancara melalui tujuh pos penilaian, meliputi aspek kepariwisataan, kebudayaan, creative event, minat dan bakat, psikologi, dan lainnya. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk menggali wawasan, kepribadian, serta potensi kontribusi peserta terhadap pengembangan Sleman ke depan.
Dari proses tersebut, terpilih 30 semifinalis yang diumumkan dalam momen Sugeng Rawuh Party, yang juga menjadi perkenalan resmi mereka kepada publik. Ke-30 semifinalis kemudian menjalani masa pembekalan dan karantina intensif. Selama periode ini, mereka dibekali dengan pelatihan public speaking, pengetahuan sejarah dan budaya lokal, advokasi sosial, pengembangan program kerja, hingga kemampuan diplomasi sebagai representasi resmi Sleman. Dalam masa ini, Alam dikenal sebagai pribadi yang konsisten, solutif, dan memiliki semangat kolaboratif tinggi. Ia aktif memperkenalkan pendekatan integratif antara konservasi lingkungan dan promosi pariwisata, memanfaatkan latar belakang keilmuannya sebagai mahasiswa biologi.
Dukungan masyarakat terhadap Alam mengalir deras selama proses ini. Melalui sistem voting publik yang dibuka menjelang Grand Final, Alam berhasil meraih suara terbanyak dan mendapatkan kepercayaan luas sebagai sosok muda yang inspiratif dan berdampak. Berdasarkan akumulasi penilaian selama proses seleksi dan hasil voting publik, Alam secara resmi dinobatkan sebagai Dimas Favorit Sleman 2025.
Bagi Alam, ajang Dimas Diajeng bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pengabdian yang mempertemukan semangat belajar, cinta daerah, dan dorongan untuk menciptakan perubahan positif. Ia berkomitmen untuk mengembangkan program literasi biodiversitas berbasis komunitas, yang memperkenalkan kekayaan alam Sleman kepada pelajar dan wisatawan dengan pendekatan ilmiah dan kultural. Visi ini lahir dari keyakinannya bahwa pariwisata Sleman harus tumbuh selaras dengan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal.
Kemenangan ini tidak hanya menjadi tonggak pribadi bagi Alam, tetapi juga membanggakan bagi Fakultas Biologi UGM yang mendukung mahasiswa-mahasiswanya untuk berkontribusi di ruang sosial dan budaya. Dengan resminya ia menjadi bagian dari keluarga besar Dimas Diajeng Sleman, Alam siap melangkah sebagai representasi pemuda Sleman yang cerdas, adaptif, dan mengakar pada nilai-nilai pelestarian dan keberlanjutan.
Pelatihan Dasar ArcGIS dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Pengolahan Data Spasial Melalui ArcGIS untuk Mendukung Kegiatan Konservasi dan Lingkungan” telah sukses dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 30 dan 31 Mei 2025 yang bertempat di Ruang 6, Gedung A, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada.
ArcGIS sebagai salah satu perangkat lunak SIG (Sistem Informasi Geografis) yang banyak digunakan, menjadi keterampilan penting bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi. Perkembangan teknologi geospasial telah memberikan kontribusi besar dalam berbagai bidang termasuk konservasi, perencanaan wilayah, dan pengelolaan sumber daya alam. Oleh karena itu pelatihan dasar penggunaan ArcGIS diperlukan untuk membekali peserta dengan kemampuan teknis dalam mengolah dan menganalisis data spasial. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan perangkat lunak ArcGIS untuk pembuatan peta spasial profesional, dengan tujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam pengolahan data spasial. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM dengan target peserta yaitu mahasiswa aktif Fakultas Biologi UGM (S1, S2 dan S3) dengan jumlah peserta dibatasi sebanyak 15 orang. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar SIG dan penggunaan ArcGIS, melatih peserta dalam mengolah dan memvisualisasikan data spasial serta meningkatkan kapasitas peserta dalam membuat peta berbasis data konservasi atau lingkungan. Pelatihan ini menghadirkan Siti Maulizar, S.Si. Sebagai pemateri, yang telah memberikan materi dasar seputar penggunaan ArcGIS, mulai dari pengenalan antarmuka, input data spasial, pengolahan atribut, hingga pembuatan peta tematik.Peserta diberikan kesempatan untuk praktik langsung menggunakan perangkat lunak ArcGIS selama sesi berlangsung. Pelatihan berjalan dengan lancar dan interaktif, serta mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta.
Hormat kami,
Yogyakarta, 31 Mei 2025
Dinda Aulia Pratiwi
Ketua Pelaksana Pelatihan Dasar ArcGis
Pada tanggal 12 Mei 2025, mahasiswa program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) membangun desa kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi desa wisata melalui kegiatan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan pangan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Nurhayati, bersama timnya yaitu Mirmastu Lintu Nirmala Wasti, Tiara Syifa Wididevani, dan Putri Ramadhanti, dibantu oleh dua rekannya yaitu Eben Ariesto Purnama Jati, dan Mazaya Tijani Ulayya di bawah bimbingan Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D.
Kegiatan utamanya adalah penanaman kelor di sekitar bantaran sungai. Lokasi ini dipilih secara strategis untuk mencegah erosi, memperkuat batas alami wilayah, serta menciptakan pagar hidup. Selain itu, daun kelor memiliki manfaat gizi yang tinggi, terutama kandungan proteinnya, sehingga dapat diolah menjadi sayuran bernutrisi tinggi dan berpotensi sebagai makanan pendamping untuk pencegahan stunting.
Tidak hanya itu, tim mahasiswa juga melakukan penanaman bibit cincau hitam di area kebun buah Tlatar. Daun cincau yang tumbuh nantinya akan dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman tradisional jelly cincau yang menyegarkan dan menyehatkan. Hal ini diharapkan dapat mendukung potensi wisata agro dan kuliner lokal di kawasan Kabut Kebonalas.
Kegiatan penanaman ini mendapatkan dukungan dan antusiasme dari warga sekitar yang turut serta membantu proses penanaman. Kolaborasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat desa menjadi wujud nyata sinergi dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan, sehat, dan mandiri.
Melalui program ini, diharapkan Desa Wisata Kabut Kebon Alas dapat terus berkembang dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, kelestarian alam, dan ketahanan pangan masyarakat untuk mencapai SDG’s penanganan kelaparan, SDG’s kemiskinan, SDG’s kesehatan, dan SDG’s konservasi ekosistem darat.
Divisi Sosial dan Masyarakat (SosMar) Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Beach Clean Up (BCU) yang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Pantai Trisik, Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan kali ini mengangkat tema “Save the Ocean, Save the Biodiversity”.
Kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menjaga ekosistem laut sekaligus memperkuat kolaborasi antara kalangan akademisi, masyarakat, dan institusi pendidikan dasar. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM yang menggandeng SD Muhammadiyah Siliran serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sebagai mitra. Kolaborasi ini mencerminkan semangat bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh Indah Sukma Ningsih, S.Si. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KMP, Imran Sadewo, S.Si., yang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam aksi-aksi lingkungan. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Siliran, Effendy Hendra Kusuma, yang mengapresiasi kesempatan kolaboratif ini. Sebagai bentuk penghargaan, panitia menyerahkan plakat kepada pihak sekolah dan pokdarwis atas dukungan mereka.
Usai sesi pembukaan dan dokumentasi bersama, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih pantai sebagai agenda utama. Para peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk menyisir dan membersihkan area sepanjang garis pantai. Fokus kegiatan ini adalah pengumpulan sampah plastik (anorganik) guna menjaga kebersihan serta keberlangsungan ekosistem pesisir.
Setelah aksi bersih pantai, peserta diajak mengikuti games edukatif bertema lingkungan. Games dirancang untuk mempererat keakraban dan memberikan nuansa santai setelah kegiatan fisik. Hadiah diberikan kepada peserta yang memenangkan permainan sebagai bentuk apresiasi.
Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada pukul 11.30 WIB oleh ketua pelaksana, Ogilvy Galang Rizki, S.Si. Kegiatan diakhiri dengan sesi istirahat serta makan siang bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian yang lebih besar terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya wilayah pesisir.
Bantul, 14 Mei 2025 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 yang dipimpin oleh tiga dosen, yaitu Novita Yustinadiar., M.Si., Woro Anindito Sri Tunjung., Ph.D., dan Wahyu Aristyaning Putri.,Ph.D., bersama 11 mahasiswa telah melaksanakan kegiatan kedua dalam rangkaian program PkM-MBKM yang berkemitraan dengan Koperasi Syariah GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu). Kegiatan ini mengangkat tema bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui One Health: Menuju Kesejahteraan Holistik Anggota GEMI Yogyakarta”. One Health, yang merupakan sebuah pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan guna menangani permasalahan kesehatan masyarakat yang kompleks secara terpadu.
Program pengabdian ini dilaksanakan di Dusun Condrowangsan, Desa Potorono, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan sosialisasi berlangsung pada hari Rabu, 14 Mei 2025, dari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan kapasitas ibu-ibu anggota GEMI melalui penerapan konsep One Health dalam aktivitas sehari-hari untuk mendorong perbaikan kesehatan, baik individu maupun lingkungan sekitar. Selain itu, program ini secara langsung mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) seperti kampanye kehidupan sehat dan sejahtera (Good health and well-being/ SDG’s 3) dan edukasi gizi seimbang (Zero hunger/ SDG’s 2).
Dalam pengabdian ini, tim PkM-MBKM Fakultas Biologi memberikan sosialisasi melalui pemaparan materi edukatif dan promosi kesehatan komprehensif yang meliputi pengenalan dan pencegahan penyakit menular dan tidak menular yang relevan dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, edukasi gizi seimbang melalui penerapan “Isi Piringku” yang benar sebagai panduan konsumsi makanan sehat dan proposional, menyadarkan pentingnya aktivitas fisik rutin untuk menjaga kesehatan tubuh, serta pengelolaan stres melalui teknik pernapasan 4-7-8. Dengan pendekatan yang interaktif mampu mendorong partisipasi aktif dan antusiasme dari warga yang dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama sesi berlangsung.
Wahyu Aristyaning Putri., Ph.D., selaku dosen pendamping kegiatan, menyampaikan bahwa pendekatan One Health sangat penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat saat ini, terutama dalam membangun pemahaman menyeluruh bahwa kesehatan tidak dapat dilihat secara terpisah, serta kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan tubuh yang dapat dimulai dari diri sendiri. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat mendorong terciptanya masyarakat yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan holistik dalam kehidupan sehari-hari.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 yang dipimpin oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D. telah melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun Joho, Desa Jambidan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Tim ini melibatkan empat orang mahasiswa yaitu Lusiyana Prihatini, Zahra Karimah Nuha, Kholish Naufal Pamungkas, dan Elisabeth Kurniawati, dengan mengusung tema Pemanfaatan Tanaman Penghasil Minyak Atsiri sebagai Biopestisida dan pembuatan pengharum ruangan dari tanaman penghasil minyak atsiri. Program PkM-MBKM ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Program ini direncanakan berlangsung selama dua semester, yaitu pada Semester Genap TA 2024/2025 dan Semester Gasal TA 2025/2026.
Kegiatan sosialisasi dan praktik dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 15.30–17.00 WIB bertempat di rumah workshop pembuatan sabun di Dusun Joho. Kegiatan ini dihadiri oleh 22 ibu-ibu PKK mitra GEMI, Ketua RT setempat (Bapak Sentot), serta dua pengurus dari GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu). Antusiasme warga terlihat jelas sejak awal kegiatan, yang diawali dengan sosialisasi mengenai minyak atsiri, mulai dari pengertian, jenis tanaman penghasil minyak atsiri, hingga mekanisme kerjanya dalam mengusir nyamuk.
Selanjutnya dilakukan sesi praktik demonstratif. Para peserta dibagi menjadi empat kelompok beranggotakan 5–6 orang, masing-masing didampingi oleh 2–3 mahasiswa. Dalam kelompok ini, peserta melakukan dua jenis demo yaitu menggunakan bahan kering dan basah. Pengharum ruangan dari bahan kering yaitu memasukkan rempah-rempah kering berupa kapulaga, kencur, adas, sereh merah, daun pala, bunga cengkeh, bunga lawing, dan jahe ke dalam kantong goni. Sedangkan demo bahan basah, yaitu memasukkan potongan kulit jeruk dan sereh wangi yang baru saja digunting ke dalam wadah khusus yang telah disediakan oleh tim.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab serta kuis yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Ibu-ibu peserta tampak sangat antusias bertanya dan juga menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang aktif diberikan hadiah berupa tanaman. Setelah itu, sisa tanaman dibagikan dengan undian kepada peserta lainnya. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dari masyarakat kepada dosen, dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap praktik berkelanjutan, setiap warga mendapatkan souvenir berupa kantong goni yang telah diisi dengan rempah-rempah kering, yang dapat langsung digunakan sebagai pengusir nyamuk alami di rumah masing-masing. Selain itu, peserta mendapatkan tanaman pengusir nyamuk berupa kenikir dan keladi mini, juga tanaman buah tomat cherry dan markisa.
Pada hari Jumat, 25 April 2025 dan Sabtu 26 April 2025 telah dilaksanakan kegiatan Paskah bersama yang merupakan kolaborasi antara Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Biologi UGM. Paskah adalah salah perayaan yang setiap tahun diperingati oleh umat Kristiani untuk mengenangkan peristiwa wafat dan kebangkitan Kristus. Paskah tahun ini bertema “Seeds of Hope: Menumbuhkan Kehidupan, Menebar Kebaikan” yang dimaknai dari ayat Alkitab Galatia 6 : 9. Dengan diangkatnya tema tersebut diharapkan kita dapat senantiasa menyebarkan kabar baik dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan, serta melestarikan ciptaan Tuhan sesuai dengan kehendak-Nya.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam 2 sesi yaitu sesi ibadah bersama yang dilaksanakan di Ruang 2 Gedung B Fakultas Biologi pada hari pertama dan sesi kunjungan yang dilaksanakan di Panti Asuhan Sayap Ibu pada hari kedua. Sesi ibadah pada hari pertama dihadiri oleh Ibu Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St, Ibu Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si., Ibu Dr. Maryani, M.Sc., perwakilan dari UKK UGM, serta mahasiswa Kristen dan Katolik Fakultas Biologi UGM. Sesi ibadah diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Setelah menyanyikan lagu, kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman iman. Sebelum sesi penutup ibadah, terdapat sesi istimewa, yakni sharing. Melalui kegiatan ini seluruh peserta dapat berbagi cerita tentang pengalaman dan makna dari Paskah yang merupakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan lagu penutup.
Pada sesi kunjungan di hari kedua, kegiatan diawali dengan seluruh peserta berkumpul di Fakultas Biologi untuk melakukan briefing setelah itu peserta berangkat bersama-sama ke Panti Asuhan Sayap Ibu yang berlokasi di Desa Condongcatur, Depok, Sleman. Kegiatan di Panti Asuhan Sayap Ibu diawali dengan pembukaan oleh MC dan penyerahan bantuan dari hasil donasi yang telah dikumpulkan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penanaman pohon bersama anak-anak Panti Asuhan Sayap Ibu. Kegiatan penanaman pohon dilakukan untuk mengenalkan tentang pentingnya menjaga lingkungan dengan cara merawat tanaman kepada anak-anak, sekaligus menjadi sarana interaksi antara mahasiswa yang terlibat dengan seluruh warga Panti Asuhan Sayap Ibu. Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi.
Kegiatan Paskah Kolaborasi antara PMK dan KMK Fakultas Biologi UGM tahun 2025 berjalan dengan baik. Kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk berbagi sukacita Paskah dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan serta diharapkan seluruh anggota yang terlibat dapat semakin memahami makna dari perayaan Paskah. Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan wafat-Nya di Salib untuk menebus dosa umat manusia, maka hendaknya kita juga menebarkan kasih kepada sesama sebagaimana yang telah dilakukan-Nya [Penulis: Panitia Paskah Kolaborasi PMKxKMK 2025].
Donor darah merupakan salah satu program kerja Divisi Sosial dan Masyarakat (SosMar) Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP). Pada tahun ini, kegiatan mengusung tema “Share Blood, Share Life with KMP”. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi yang membutuhkan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah bagi kesehatan dan kemanusiaan.
Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 April 2025, bertempat di Gedung B Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan terdiri dari dua agenda utama yaitu donor darah dan pemeriksaan kesehatan mata. Donor darah dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, sementara pemeriksaan mata dilakukan bersama Akur Optic 55.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ketua Panitia, Felisitas Meli Podhi, S.Si., dan dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KMP, Imran Sadewo, S.Si. Selanjutnya, proses donor darah dimulai dengan peserta melakukan registrasi dan mengisi formulir sebelum menjalani proses skrining kesehatan oleh petugas PMI. Peserta yang lolos skrining dapat langsung mengikuti proses donor darah, sedangkan peserta yang tidak lolos dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan mata atau memilih untuk pulang. Setelah melakukan donor darah, peserta dianjurkan untuk beristirahat minimal 15 menit sebelum melanjutkan aktivitas lainnya.
Pemeriksaan kesehatan mata dilakukan dengan uji refraksi. Pada tahap pemeriksaan, peserta diminta membaca huruf dari jarak enam meter menggunakan alat bantu mirip kacamata. Pemeriksaan dilakukan secara bergantian dengan pendampingan dari petugas optik, dan peserta diberikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaannya serta saran penggunaan kacamata jika diperlukan.
Kegiatan donor darah berlangsung hingga pukul 11.30 WIB, dengan batas waktu registrasi peserta hingga pukul 11.00. Hal ini dilakukan karena kualitas darah cenderung menurun setelah siang hari. Kegiatan donor darah ini berhasil menarik 75 pendaftar dan mengumpulkan 43 kantong darah. KMP mengucapkan terima kasih kepada PMI Kabupaten Sleman dan Akur Optic 55 atas kerja sama dan dukungan yang telah diberikan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan bermanfaat bagi banyak pihak. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama para petugas PMI sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dalam skema hibah Program Desa Mitra Fakultas Biologi UGM tahun 2025, telah melaksanakan audiensi dengan pihak Pemerintahan Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, yang diwakili Carik, Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd., dan Ulu-ulu, Sumono, serta pihak BUMKAL Wedo Semdodo yang diwakili Direktur, H. Iskandar, S.E., M.E., dan Bendahara, Toni Haryanto. Pertemuan tersebut dilaksankan di Kelurahan Wedomartani, Kamis 17 April 2025, dengan diawali perkenalan dan paparan rencana kegiatan dari Tim Dosen Fakultas Biologi yang diwakili Prof. Rarastoeti Pratiwi, Prof. Endang Semiarti dan Dr. Ardaning Nuriliani. Dalam paparan tersebut disampaikan tentang tiga kegiatan utama kemitraan. Pertama, tentang pelatihan budidaya ayam jawa, yang diawali dari seleksi indukan untuk mendapatkan ketururan yang berkualitas. Pada kegiatan ini diharapkan peran masyarakat dalam mengelola kualitas ayam jawa supaya tidak tercampur secara genetik dengan jenis ayam lainnya yang berkualitas rendah. Kegiatan kedua, yakni pelatihan budidaya tanaman anggrek yang berkualitas untuk keperluan pelestarian, terutama jenis Vanda tricolor khas dari gunung Merapi. Diharapkan dari pelatihan tersebut juga dapat mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ketiga, adalah pengelolaan sampah organik, khususnya kertas, yang akan dijadikan kertas daur ulang yang mendukung berbagai kreativitas terutama bagi anak muda.
Setelah paparan tentang rencana kegiatan tersebut, ditanggapi oleh pihak BUMKAL Wedo Sembodo yang intinya mendukung ketiga kegiatan tersebut, terutama terkait dengan budidaya ayam jawa lokal yang dapat mendukung program Ketahanan Pangan. Menurut Iskandar: ”BUMKAL Wedo Sembodo yang baru dilantik untuk kepengurusan periode 2025-2030, mengemban amanah program pemerintah pusat, salah satunya Ketahanan Pangan di setiap desa atau kelurahan. Mulai tahun 2025 BUMKAL sudah harus melakukan eksekusi program tersebut dan beberapa kegiatan ekonomi yang mendukung. Melalui program pengabdian masyarakat Fakultas Biologi yang bermitra dengan Kelurahan Wedomartani, maka sinergitas antar instansi tersebut akan mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Wedomartani. Untuk itu BUMKAL bersedia bekerjasama dalam kemitraan ini, tidak hanya untuk tahun 2025 tetapi juga untuk tahun berikutnya”.
Diskusi tentang penjajakan kerjasama antara program kegiatan BUMKAL dengan Fakultas Biologi UGM menyangkut banyak hal, untuk itu perlu pendalaman hasil diskusi tersebut agar dapat direalisasikan, baik untuk kegiatan-kegiatan di tahun 2025 maupun tahun berikutnya. Selain itu, pihak Kelurahan Wedomartani, juga akan memfasilitasi, khususnya terkait sosialisasi kegiatan kemitraan ini ke masyarakat Wedomartani. Mengingat banyaknya padukuhan di Wedomartani, 25 padukuhan, sehingga untuk pelaksanaan kegiatan akan diprioritasnya pada masyarakat yang benar-benar tertarik dan punya motivasi yang tinggi untuk mempraktekkan hasil dari pelatihan-pelatihan yang diadakan. Pertemuan tersebut diakhiri dengan peninjauan ke lokasi kantor dan toko BUMKAL Wedo Sembodo, sedang dalam tahap renovasi, yang berlokasi di area Kebun Anggrek Tajem, Jalan Raya Tajem, Kenayan, Wedomartani, Kabupaten Sleman,.
Wabah African Swine Fever (ASF) telah menjadi ancaman nyata bagi sektor peternakan babi di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Penyakit ini disebabkan oleh virus DNA dari famili Asfarviridae yang dikenal sangat mematikan dengan angka mortalitas mencapai 100% pada babi yang terinfeksi. Sejak pertama kali terdeteksi di Sumatera Utara pada tahun 2019, ASF telah menyebar ke 33 provinsi dan memicu kerugian besar di berbagai daerah.
Kasus terbaru di Mimika, Papua, menunjukkan betapa serius dampaknya: lebih dari 1.176 ekor babi mati hanya dalam dua bulan pertama tahun 2024, memicu kerugian ekonomi mencapai belasan miliar rupiah dan memperparah kondisi peternak kecil. Deteksi dini dan penguatan sistem biosekuriti menjadi kunci penting dalam mengatasi laju penyebaran virus yang semakin tidak terkendali.
Namun, metode deteksi yang umum digunakan saat ini masih berbasis PCR konvensional, yang meskipun akurat, membutuhkan alat mahal, waktu lama, serta tenaga ahli. Di banyak wilayah, keterbatasan infrastruktur membuat proses deteksi menjadi lambat dan tidak merata. Hal ini membuka peluang lahirnya inovasi baru yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peternakan lokal.
Menjawab tantangan tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim BB-Fever, yakni Nisa Abidah, Sheva Rimma Dhanty, dan Adzkiya Aqmaliza Rahmattillah, di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D., mengembangkan gagasan inovatif bertajuk “PIGGYTECT: Inovasi Kit Deteksi Dini African Swine Fever pada Babi Berbasis LAMP-PCR guna Menyokong Perekonomian Lokal Menuju Indonesia Emas.”
PiggyTect merupakan kit deteksi molekuler berbasis metode LAMP-PCR (Loop-mediated Isothermal Amplification Polymerase Chain Reaction). Berbeda dengan PCR konvensional, metode ini bekerja dalam kondisi suhu konstan dan tidak memerlukan alat thermocycler yang mahal. Proses deteksi berlangsung cepat, sederhana, dan hasil dapat dibaca secara visual. Inovasi ini memungkinkan deteksi virus ASF dilakukan secara langsung di lapangan tanpa perlu laboratorium canggih, menjadikannya alat ideal untuk mendukung biosekuriti peternakan lokal.
Gagasan ini mengantarkan Tim BB-Fever meraih Juara 1 dalam ajang Farmtastic 2025, sebuah lomba karya tulis ilmiah ingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS). Melalui serangkaian seleksi mulai dari pengumpulan karya, presentasi ilmiah, hingga diskusi mendalam bersama dewan juri, tim BB-Fever berhasil tampil unggul dari delapan tim finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, UNS, Universitas Singaperbangsa Karawang, dan Universitas Kusuma Husada Surakarta.
Keunggulan PiggyTect terletak pada potensinya untuk mendukung deteksi dini virus ASF secara cepat, murah, dan efisien, terutama pada sistem peternakan rakyat yang sangat rentan terhadap wabah Prestasi ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab permasalahan nasional melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif. Ke depan, tim berharap PiggyTect dapat dikembangkan lebih lanjut bekerja sama dengan instansi terkait agar dapat digunakan secara luas di seluruh wilayah Indonesia, terutama daerah rawan ASF.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu bersaing secara akademik, tetapi juga mampu merespon isu-isu nyata yang dihadapi masyarakat melalui solusi ilmiah yang aplikatif dan berkelanjutan. Tim berharap bahwa ke depan, PiggyTect dapat dikembangkan lebih lanjut dengan dukungan dari lembaga terkait, dan diadopsi sebagai bagian dari strategi nasional biosekuriti peternakan.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, berbasis ilmu, dan berbasis kecepatan tanggap, PiggyTect diharapkan mampu menjadi garda awal pencegahan ASF di Indonesia. Inovasi ini sekaligus menandai kontribusi generasi muda dalam membangun sistem peternakan yang resilien dan inklusif, menuju visi besar Indonesia Emas 2045. [Penulis: Nisa Abidah]






























































