Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2026 menjalin kerja sama strategis dengan Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini mencakup satu program Hibah Desa Mitra, tiga program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta satu program KKN-PPN UGM yang akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Oktober 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah, serta mengembangkan potensi lokal khususnya anggrek berbasis edukasi dan lingkungan yang sesuai dengan SDG No. 17.
Sosialisasi awal untuk seluruh rangkaian program diselenggarakan di Kantor Kalurahan Wedomartani pada Selasa, 21 April 2026. Acara dibuka oleh Bapak Carik (R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd.) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Lurah (H. Teguh Budiyanto). Selanjutnya, pemaparan program dilakukan oleh tim Fakultas Biologi, UGM yang terdiri dari Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., Prof. Dr.med.vet. Hendry Saragih, M.P., dan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Bumkal Wedomartani (H. Iskandar, S.E., M.E.), serta perwakilan sembilan mahasiswa yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
Salah satu fokus utama program desa mitra tahun ini adalah inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui fermentasi pakan ayam untuk meningkatkan produksi telur bernutrien tinggi. Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sisa makanan dengan teknik fermentasi menggunakan ragi serta bahan pemikat alami seperti limbah ikan. Selain itu, diperkenalkan sistem pemeliharaan ayam petelur, khususnya ayam Elba hasil persilangan dengan ayam Arab, yang memiliki produktivitas telur lebih cepat. Sistem kandang baterai juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan ternak secara optimal.
Selain sektor peternakan, program juga mencakup pengembangan pertanian padi hitam sebagai bahan pangan fungsional yang berpotensi meningkatkan sistem imun dan mencegah penyakit degeneratif, termasuk kanker. Pemanfaatan lahan desa melalui kerja sama dengan Bumkal menjadi strategi implementasi, mengingat tanaman ini tidak membutuhkan banyak air. Sosialisasi juga dilakukan terkait diversifikasi produk turunan beras hitam, seperti tepung bebas gluten dan olahan pangan modern seperti sushi, guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik pasar.
Program hibah PkM lainnya akan berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, antara lain pelatihan pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan ecoenzyme serta pupuk cair, termasuk inisiasi dan penguatan bank sampah, khususnya di Dusun Pajangan, Padukuhan Wonosari. Selain itu, terdapat pelatihan hidroponik anggrek sebagai langkah awal pengembangan kawasan eduwisata berbasis potensi lokal. Keseluruhan kegiatan ini akan melengkapi beberapa program yang sudah ada atau akan direncanakan di Wedomartani seperti wisata petik buah seperti kelengkeng dan alpukat. Diskusi interaktif antara tim akademisi, perangkat desa, dan Bumkal menghasilkan berbagai masukan strategis, termasuk pentingnya pendampingan berkelanjutan, distribusi program yang merata, serta keterlibatan mahasiswa dalam implementasi teknis di lapangan.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi dengan program KKN-PPN UGM yang tahun ini dibimbing oleh Prof. Rarastoeti Pratiwi di dua lokasi, yaitu Wedomartani dan Widodomartani. Dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pangan bernutrien dan pengelolaan sampah, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha local dan inisiasi bank sampah, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah dan sumber daya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Translate »






