Arsip:
SDGs
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Upacara Pelepasan Wisudawan Program Pascasarjana Periode III TA. 2025/2026 pada 22 April 2026 di Auditorium Biologi Tropika. Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri oleh pimpinan fakultas, senat akademik, ketua program studi, dosen, wisudawan/wisudawati, serta perwakilan orang tua/wali. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Fakultas Biologi. Prosesi dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Fakultas Biologi, serta dimeriahkan dengan penampilan tari oleh Citra Rizkia Agusni, S.Si. dan Maria Kleofania Adja, S.Si.
Laporan akademik disampaikan oleh Kepala Program Studi Magister Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang menyebutkan bahwa pada periode ini Fakultas Biologi UGM meluluskan dua doktor dengan rerata IPK 3,98 dan masa studi rata-rata empat tahun enam bulan, termasuk satu lulusan berpredikat pujian dengan IPK sempurna 4,00. Selain itu, sebanyak 31 lulusan magister berhasil menyelesaikan studi dengan rerata IPK 3,79 dan masa studi dua tahun dua bulan, dengan rincian 19 lulusan berpredikat pujian, 10 sangat memuaskan, dan 2 memuaskan. Prosesi dilanjutkan dengan pembacaan hasil kelulusan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM.
Perwakilan wisudawan, Anisa Diana Nastiti, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menekankan bahwa perjalanan akademik menuntut kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan solutif di tengah berbagai tantangan penelitian. Namun, proses ini menegaskan bahwa setiap usaha tidak pernah sia-sia, melainkan membentuk pribadi yang lebih bijak dan rendah hati. Di momen wisuda ini, mari sejenak berterima kasih kepada diri sendiri karena telah bertahan, serta kepada UGM, Fakultas Biologi, para dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga atas bimbingan, dukungan, dan pengorbanannya. Pendidikan tinggi mungkin tidak menjamin kesejahteraan, tetapi membentuk pola pikir, kreativitas, dan daya adaptasi sebagai jembatan menuju kualitas hidup yang lebih baik; semoga kita terus mengembangkan diri dan memberi kontribusi terbaik bagi Indonesia di mana pun berada.
Sambutan perwakilan orang tua/wali wisudawan disampaikan oleh Bapak Drs. Sri Wahono, ayah dari Eka Fitri Siti Andriyani, S.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa capaian wisudawan bukan sekadar gelar magister atau doktor, melainkan wujud kerja keras, ketekunan, dan dedikasi. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dosen dan guru besar yang tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi turut membentuk karakter dan integritas sebagai ilmuwan. Beliau berpesan agar wisudawan menjadi seperti akar yang kuat, menopang tetapi tetap rendah hati di dalam tanah. Jadilah seperti tunas yang selalu mencari cahaya kebenaran. Gunakanlah ilmu yang ada untuk menjaga kelestarian alam dan kemanusiaan. Pulanglah ke masyarakat dengan membawa solusi bukan sekadar teori. Sambutan ditutup dengan pantun.
Sebagai bagian dari proses pelepasan wisudawan, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., secara simbolis menyematkan pin keanggotaan KABIOGAMA kepada perwakilan wisudawan, Dr. Dewi Masithoh, S.Pd., M.Pd. dan Aryan Mustamin, S.Si., M.Sc., sebagai tanda resmi bergabungnya lulusan dalam keluarga alumni.
Dalam sambutan penutup, Dekan Fakultas Biologi UGM kembali mengingatkan pentingnya rasa syukur atas capaian akademik yang diraih, mengingat masih terbatasnya jumlah lulusan magister dan doktor di Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara usaha mahasiswa, dukungan keluarga, dan kontribusi berbagai pihak. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh perwakilan wisudawan, Ainun Mardiah, S.Pd., M.Sc., diikuti doa penutup yang dipimpin oleh M. Dimas Cahya Rohman K., S.Psi. sebelum secara resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Biologi UGM.
Melalui upacara pelepasan wisudawan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan pascasarjana yang unggul secara akademik, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pengelolaan sumber daya hayati, dan kemajuan bangsa. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals poin 4, yaitu pendidikan berkualitas, dengan mendorong akses pendidikan tinggi yang inklusif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembentukan pembelajar sepanjang hayat yang adaptif dan berdaya saing global. [Penulis: Angeline Stefanny – KMP]
Yogyakarta, 18 April 2026 – Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui Divisi Kajian Strategis dan Keilmuan (KASTRAK) Kabinet Samasta Adhigana telah melaksanakan kegiatan Tur Kajian pada Sabtu, 18 April 2026 pukul 09.00–12.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana Lantai 3 Gedung D Fakultas Kehutanan UGM.
Tur Kajian merupakan program kerja tahunan KASTRAK yang bertujuan untuk menjadi sarana diskusi dan pertukaran wawasan terkait keilmuan serta pengelolaan organisasi dengan himpunan mahasiswa pascasarjana di lingkungan UGM. Pada tahun ini, KMP Biologi UGM berkesempatan melakukan kunjungan ke Himpunan Mahasiswa Magister Ilmu Kehutanan (HMMIK) UGM.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, Desti Liani, S.Pd., dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KMP Biologi UGM, Friandov Meilanov Damaryanan, S.Si., serta perwakilan Ketua HMMIK, Muhammad Fajar As Arif, S.Hut. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan program kerja dari masing-masing himpunan.
KMP Biologi UGM memaparkan berbagai program kerja dari divisi yang ada, meliputi KASTRAK, Sosial dan Kemasyarakatan (SOSMAR), Pengembangan Minat dan Bakat (PEMIKAT), Kewirausahaan (KWU), Kerohanian, serta Media dan Komunikasi (MEDKOM). Sementara itu, HMMIK turut memperkenalkan program kerja unggulan dari setiap divisi, seperti pelatihan QGIS dan drone pada Divisi Keilmuan, kegiatan bakti sosial dari Divisi Sosial Kemasyarakatan, olahraga rutin yang diselenggarakan Divisi Minat dan Bakat, hingga pengelolaan media sosial dan pembuatan merchandise himpunan oleh Divisi Media.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi dan sharing antar pengurus kedua himpunan. Diskusi mencakup berbagai aspek pengelolaan organisasi, seperti manajemen program kerja, mekanisme pendanaan, keanggotaan, hingga administrasi. Dari sesi ini, KMP Biologi memperoleh berbagai insight, salah satunya terkait pentingnya menjaga kualitas keanggotaan sebagai fondasi utama organisasi, di samping aspek kuantitas.
Selain diskusi keorganisasian, kegiatan juga menghadirkan sesi kajian keilmuan sebagai pemantik diskusi. Materi pertama disampaikan oleh Naufal Rafif Zain, S.Si. dari KMP Biologi UGM dengan topik “Konservasi Biodiversitas dalam Pandangan Ilmu Biologi”. Selanjutnya, materi kedua membahas “Agroforestri sebagai Solusi Kebencanaan dan Peningkatan Ekonomi” yang disampaikan oleh Fikri Danang Himawan, S.Hut., yang memantik diskusi interdisipliner mengenai peran agroforestri sebagai pendekatan yang menyeimbangkan aspek konservasi biodiversitas dan kebutuhan ekonomi.
Diskusi berkembang pada isu-isu strategis, seperti tantangan konservasi biodiversitas di tengah praktik hilirisasi sumber daya alam, serta pentingnya kolaborasi multidisiplin antara bidang biologi dan kehutanan. Pendekatan agroforestri dengan pengetahuan masyarakat lokal dipandang sebagai salah satu solusi kompromi yang mampu memperlambat laju degradasi lingkungan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan oleh Ketua KMP Biologi UGM kepada HMMIK, serta sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.
Melalui pelaksanaan Tur Kajian ini, KMP Biologi UGM berharap dapat memperkuat kapasitas organisasi, mengembangkan program kerja yang lebih inovatif, serta membangun relasi yang berkelanjutan dengan himpunan mahasiswa pascasarjana lainnya di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Adanya Tur Kajian juga memperluas wawasan dan perspektif mahasiswa biologi terutama dalam upaya konservasi biodiversitas yang membutuhkan pendekatan interdisipliner termasuk ilmu kehutanan dalam mewujudkan SDGs untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis: [KMP: Nazhifa Fairuz Maulida dan Brenda Febrina Zusriadi]
SDG 12 : Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
SDG 15 : Ekosistem Daratan
SDG 16 : Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Yogyakarta, 22 April 2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mencatat prestasi membanggakan. Salah satu mahasiswa Program Doktor Biologi, Dr. Stanley Evander Emeltan Tjoa, S.Si., M.Biotek., dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada wisuda periode III TA 2025/2026 dengan capaian akademik yang luar biasa.
Stanley berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 5 bulan 14 hari, menjadikannya salah satu lulusan tercepat di program doktoral. Mahasiswa asal Ternate, Maluku Utara ini menempuh pendidikan melalui skema by research sambil tetap aktif bekerja di industri farmasi, tepatnya di PT Konimex.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.selaku promotor, serta ko-promotor Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng. dan Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., Stanley mengembangkan riset yang menjembatani dunia akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan kit ekstraksi DNA tumbuhan berbasis biologi molekuler.
Dalam sambutannya sebagai wakil wisudawan di Grha Sabha Pramana UGM, Stanley menyampaikan bahwa perjalanan akademik bukanlah tanpa tantangan. Ia menyoroti berbagai dinamika yang dihadapi mahasiswa, mulai dari kegagalan eksperimen hingga tekanan dalam mengambil keputusan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan dan kebijaksanaan.
“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju dunia yang lebih luas, penuh peluang dan tantangan. Setiap kegagalan adalah batu loncatan, dan setiap keberhasilan adalah bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil” ungkapnya.
Stanley juga menekankan pentingnya nilai adaptif, fleksibel, dan kompromi sebagai kunci keberhasilannya dalam menyelesaikan studi secara optimal, bahkan di tengah kesibukan profesional. Selama masa studinya, ia berhasil menghasilkan 7 publikasi ilmiah internasional, dengan beberapa di antaranya memiliki dampak signifikan di bidangnya.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan dan ekosistem riset di Fakultas Biologi UGM yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan global. Capaian tersebut juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sebagai bagian dari komitmen internasionalisasi pendidikan, Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Biologi UGM juga membuka berbagai peluang program double degree, antara lain:
- Program Sarjana bekerja sama dengan:
-
- The Australian National University (Australia)
- University of Leeds (Inggris)
- Universiti Tun Hussen On Malaysia (Malaysia)
- Program Magister bekerja sama dengan:
- University of Dundee (Inggris)
- University of Leeds (Inggris)
- University of Technology Sydney (Australia)
- Program Doktor bekerja sama dengan:
- Leiden University (Belanda)
Melalui capaian ini, Stanley tidak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri mampu menghasilkan inovasi yang berdampak.
Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2026 menjalin kerja sama strategis dengan Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini mencakup satu program Hibah Desa Mitra, tiga program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta satu program KKN-PPN UGM yang akan dilaksanakan pada periode Mei hingga Oktober 2026. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah, serta mengembangkan potensi lokal khususnya anggrek berbasis edukasi dan lingkungan yang sesuai dengan SDG No. 17.
Sosialisasi awal untuk seluruh rangkaian program diselenggarakan di Kantor Kalurahan Wedomartani pada Selasa, 21 April 2026. Acara dibuka oleh Bapak Carik (R. Rohmad Gunawan Hardono, S.Pd.) dan dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Lurah (H. Teguh Budiyanto). Selanjutnya, pemaparan program dilakukan oleh tim Fakultas Biologi, UGM yang terdiri dari Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., Prof. Dr.med.vet. Hendry Saragih, M.P., dan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Bumkal Wedomartani (H. Iskandar, S.E., M.E.), serta perwakilan sembilan mahasiswa yang akan terlibat dalam pelaksanaan program.
Salah satu fokus utama program desa mitra tahun ini adalah inovasi pemanfaatan limbah rumah tangga melalui fermentasi pakan ayam untuk meningkatkan produksi telur bernutrien tinggi. Program ini mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sisa makanan dengan teknik fermentasi menggunakan ragi serta bahan pemikat alami seperti limbah ikan. Selain itu, diperkenalkan sistem pemeliharaan ayam petelur, khususnya ayam Elba hasil persilangan dengan ayam Arab, yang memiliki produktivitas telur lebih cepat. Sistem kandang baterai juga disarankan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pengelolaan ternak secara optimal.
Selain sektor peternakan, program juga mencakup pengembangan pertanian padi hitam sebagai bahan pangan fungsional yang berpotensi meningkatkan sistem imun dan mencegah penyakit degeneratif, termasuk kanker. Pemanfaatan lahan desa melalui kerja sama dengan Bumkal menjadi strategi implementasi, mengingat tanaman ini tidak membutuhkan banyak air. Sosialisasi juga dilakukan terkait diversifikasi produk turunan beras hitam, seperti tepung bebas gluten dan olahan pangan modern seperti sushi, guna meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik pasar.
Program hibah PkM lainnya akan berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat, antara lain pelatihan pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan ecoenzyme serta pupuk cair, termasuk inisiasi dan penguatan bank sampah, khususnya di Dusun Pajangan, Padukuhan Wonosari. Selain itu, terdapat pelatihan hidroponik anggrek sebagai langkah awal pengembangan kawasan eduwisata berbasis potensi lokal. Keseluruhan kegiatan ini akan melengkapi beberapa program yang sudah ada atau akan direncanakan di Wedomartani seperti wisata petik buah seperti kelengkeng dan alpukat. Diskusi interaktif antara tim akademisi, perangkat desa, dan Bumkal menghasilkan berbagai masukan strategis, termasuk pentingnya pendampingan berkelanjutan, distribusi program yang merata, serta keterlibatan mahasiswa dalam implementasi teknis di lapangan.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi dengan program KKN-PPN UGM yang tahun ini dibimbing oleh Prof. Rarastoeti Pratiwi di dua lokasi, yaitu Wedomartani dan Widodomartani. Dengan pendekatan kolaboratif antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan ketahanan pangan, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pangan bernutrien dan pengelolaan sampah, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberdayaan masyarakat dan mahasiswa, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha local dan inisiasi bank sampah, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah dan sumber daya berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi yang berkelanjutan.
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Rarastoeti Pratiwi, Hendry Saragih, Firdausia Ayu Zuhria,Fransiska Elsa Kusuma Astuti, Sevia Dwi Rahma Putri, Sukarman Hadi Jaya Putra
Yogyakarta, 20 April 2026 — Beberapa staff dosen Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk praktikum bertajuk “Transpirasi pada Tanaman Obat” pada tanggal 15–16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtanyoma), Jurusan Pertanian, Prodi Agribisnis Hortikultura sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan praktis di bidang Fisiologi tumbuhan. Dalam setiap sesi praktikum diikuti oleh 30 mahasiswa peserta praktikum.
Pada hari pertama, acara pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama. Selanjutnya pada hari kedua pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji MSc. Selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Adapun penjelasan teori tentang Transpirasi pada tanaman diberikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., dan kegiatan praktikum didukung oleh tim pengajar yang terdiri dari Dr. Siti Nurbaiti dan Sidiq Permana Putra M.Si. Selain itu laboran (Martono dan A.F. Milasari), dua orang mahasiswa (Ferdi Arif dan Dewi Widiarti) serta Hasni Indriyanti S.Si, juga membantu kelancaran kegiatan paraktikum.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses transpirasi pada tanaman obat, khususnya jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan kencur (Kaempferia galanga L), menggunakan metode kertas kobalt klorida sebagai indikator tingkat penguapan air melalui stomata. Melalui pendekatan eksperimen ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami mekanisme fisiologis tanaman, terutama bagaimana tanaman mengatur kehilangan air sebagai respons terhadap kondisi lingkungan. Penggunaan tanaman obat sebagai objek penelitian juga memberikan nilai tambah karena relevansinya dalam sektor pertanian dan kesehatan. Prof. Kumala Dewi MSc.St. menyampaikan bahwa variasi perlakuan dalam kegiatan praktikum Transpirasi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa. “Transpirasi merupakan proses penting dalam kehidupan tanaman, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi cekaman seperti kekeringan. Dengan memahami mekanisme ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan strategi budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya. Mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum dengan cukup antusias dan untuk masingmasing sesi praktikum, 3 orang mahasiswa yang mencapai nilai tertinggi dalam pretest diberikan apresiasi dalam bentuk doorprice.
Kegiatan praktikum ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan (SDG pilar No 2 : Zero Hunger), pendidikan berkualitas (SDG pilar no 4: Quality Education), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG pilar no 12: Responsible Consumption and Production). Pemahaman yang lebih baik mengenai adaptasi tanaman terhadap lingkungan diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem pertanian yang tangguh di masa depan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Biologi berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Fakultas Biologi UGM bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Workshop Intensif MGMP Biologi SMA: Pendalaman Materi Esensial, Strategi Penyampaian Topik Kompleks dan Praktikum Terintegrasi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)” melalui skema Hibah Pengadian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Acara yang digelar di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM pada hari Kamis, 16 April 2026 mulai pukul 13.00 WIB ini merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga bulan November 2026. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dari 40 guru yang diundang (67,5%) yang merupakan perwakilan dari berbagai kapanewon se-Sleman.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pendalaman materi esensial dan topik kompleks dalam mata pelajaran Biologi, terutama tema Genetika dan Fisiologi Manusia. Selain itu nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan praktik biologi sel dan molekuler serta teknik preparasi dan analisis sampel darah yang diintegrasikan dengan topik pendalaman materi/teori. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menjadi narasumber dalam kegiatan workshop ini adalah: Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si., dan Indra Lesmana, S,Si., M.Sc. Tim juga melibatkan anggota dari komponen mahasiswa mulai dari Program Sarjana, Magister, hingga Doktoral, yang akan membantu dalam pelaksanaan praktikum, yaitu: Khilda Aquilatin Nada, Audrey Azalia Jovita, Elisabet Lintang Permata, Nafisa Qotrunnada Arif, Alifa Tafrinjiyah, Angeline Steffany Sirami, S,Si., dan Firdaus, S.Pd., M.Sc.
Acara dibuka oleh Ketua Tim PkM Fakultas biologi UGM yaitu Prof. Niken, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman yaitu Ibu Persita Pupung Hariadi, S.Pd., M.Pd. Acara dilanjutkan dengan pematerian oleh Prof. Niken tentang prinsip dasar genetika sel dan molekuler. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan sehingga membangun diskusi yang interaktif. Acara berikutnya adalah pembahasan terkait agenda kegiatan selanjutnya yang direncanakan akan diselenggarakan di sekolah secara bergiliran, Selain itu dibahas pula mengenai aktivitas pendampingan olimpiade, praktikum, penelitian, dan kegiatan lain untuk diterapkan oleh para guru kepada siswanya masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut kolaborasi antara kedua belah pihak.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan workshop ini bagi Fakultas Biologi UGM sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah menjadi wadah diseminasi dan hilirisasi keilmuan yang memastikan perkembangan ilmu tidak hanya berhenti di laboratorium. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sustainable Development Goal yaitu mewujudkan kontribusi nyata terhadap pendidikan berkualitas (SDG 4) dengan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di garda terdepan. Dengan membekali guru metode pengajaran yang menekankan Critical Thinking dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), Fakultas Biologi UGM secara tidak langsung mempersiapkan siswa SMA sebagai input calon mahasiswa yang memiliki fondasi sains dan semangat riset yang kuat.
Di sisi lain, bagi pihak MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman, kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran di kelas, melalui Pembaruan Kompetensi Konten (Content Knowledge). Guru mendapatkan pendalaman materi esensial (Fisiologi) dan topik kompleks (Dogma Sentral dan Ekspresi Gen) yang seringkali sulit dijelaskan karena keterbatasan referensi visual dan teknis di sekolah. Selain itu para guru memperoleh Peningkatan Keterampilan Teknis (Pedagogical Content Knowledge) melalui praktikum di laboratorium. Guru akan memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga memberikan rasa percaya diri sebagai pengajar dan pendidik untuk membimbing para siswa dalam kegiatan praktikum serupa atau menjelaskan aplikasi klinis biologi secara lebih konkret.
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Malang, 12–15 April 2026 — Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menghadiri Rapat Kerja (Raker) MIPAnet Tahun 2026 yang diselenggarakan di Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (FMIPA UNM). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 April 2026.
Raker MIPAnet merupakan forum tahunan strategis yang mempertemukan para pimpinan fakultas bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MIPAnet, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Selanjutnya, rangkaian pemaparan materi menghadirkan narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai kebijakan terbaru disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani selaku Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, yang membahas Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang profesi, karier, dan penghasilan dosen, dengan sesi dimoderatori oleh Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Materi berikutnya mengangkat strategi membangun kolaborasi internasional yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., Dekan FMIPA Universitas Negeri Malang. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, yang turut berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi antar peserta terkait penguatan jejaring global.
Selain itu, sesi mengenai tata kelola laboratorium memberikan wawasan terkait pengelolaan fasilitas riset yang efektif, efisien, serta berstandar internasional guna mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian. Agenda utama raker juga mencakup pembahasan program kerja MIPAnet ke depan guna memperkuat sinergi antar anggota.
Partisipasi Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring nasional, khususnya dalam pengembangan bidang MIPA. Kehadiran ini juga diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama antar perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda rapat, kegiatan juga diisi dengan kunjungan laboratorium serta kunjungan industri yang memberikan wawasan tambahan terkait praktik terbaik dalam pengelolaan fasilitas dan penguatan link and match antara dunia akademik dan industri.
Melalui keikutsertaan dalam Raker MIPAnet 2026, Fakultas Biologi UGM menegaskan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik nasional yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta daya saing global.
Ke depan, penguatan kolaborasi melalui jejaring seperti MIPAnet diharapkan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas Biologi UGM. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu biologi di Indonesia, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan penguatan kemitraan global (SDG 4 dan SDG 17).
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Translate »















































