27 Agustus 2026– Dalam rangka pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Semarang, dan Tim PMKI Anggrek Universitas Gadjah Mada (UGM), diselenggarakan kegiatan pelatihan “Perbanyakan Tanaman Anggrek dengan Teknik Kultur Jaringan/In Vitro” pada tanggal 26–27 Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pengembangan potensi kawasan Ngargoyoso, Tawangmangu, berbasis ekoeduwisata untuk meningkatkan perekonomian berkelanjutan.
Kegiatan yang bertempat di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada ini ditujukan kepada mitra sasaran, yaitu UMKM Kemuning Orchid dan UMKM Pabongan Orchid Nursery. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh peningkatan kapasitas dan keterampilan dalam penerapan teknologi kultur jaringan/in vitro untuk mendukung pengembangan budidaya anggrek yang produktif dan berkelanjutan.
Teknik kultur jaringan/in vitro menjadi salah satu metode perbanyakan tanaman modern yang mampu menghasilkan bibit anggrek dalam jumlah lebih banyak dengan kualitas yang seragam. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan produksi anggrek sekaligus mendukung pengembangan anggrek sebagai salah satu potensi unggulan dalam kawasan ekoeduwisata berbasis biodiversitas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC), M. Riyan Firnanda, S.Si., yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne UGM, Mars Biologi, Mars PAI DIY, serta pembacaan doa. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si. selaku Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM.
Kegiatan pembukaan diawali dengan laporan dari Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku ketua tim pengabdian masyarakat Anggrek UGM. Dalam laporannya, Prof. Endang menyampaikan pentingnya transfer ilmu dan teknologi kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi lokal secara berkelanjutan. Kerjasama secara Pentahelix antara Akademisi, Pelaku Bisnis, Masyarakat, Pemerintah, dan Media Massa (A-B-C-G-M) sangat diperlukan untuk mendukung Konservasi anggrek secara in situ di habitat aslinya, maupun secara ex situ diKebun Anggrek, atau nurseri.
Sebelum memasuki sesi pelatihan, peserta mengikuti pre-test sebagai evaluasi awal pemahaman terkait teknik kultur jaringan tanaman. Selanjutnya, peserta memperoleh materi yang disampaikan oleh Prof. Endang Semiarti mengenai konsep dasar kultur jaringan anggrek, prinsip perbanyakan tanaman secara in vitro, serta tahapan penting dalam menghasilkan bibit anggrek berkualitas. Sesi materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM. Praktik diawali oleh Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech. dan dilanjutkan dengan pendampingan oleh tim asisten praktikum yang terdiri atas mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3) Fakultas Biologi UGM.
Dalam sesi praktik di Laboratorium Bioteknologi, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai berbagai tahapan kultur jaringan/in vitro anggrek, mulai dari persiapan alat dan bahan, penerapan teknik aseptis, pembuatan media kultur, hingga proses sterilisasi. Modul pelatihan menjelaskan bahwa pembuatan media kultur mencakup persiapan bahan, pengaturan komposisi media, pengukuran pH, serta proses sterilisasi menggunakan autoklaf untuk mendukung keberhasilan pertumbuhan eksplan.
Pada hari kedua, peserta melanjutkan kegiatan praktik dengan tahapan penaburan biji anggrek dan subkultur/overplanting. Peserta mempraktikkan teknik aseptis menggunakan Laminar Air Flow (LAF), proses sterilisasi bahan tanaman, penanaman biji anggrek pada media kultur, serta pemindahan bibit anggrek ke media baru untuk mendukung pertumbuhan tanaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sharing session bersama Prof. Endang Semiarti, Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, S.Si., M.Sc., Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., serta Kepala Laboratorium Bioteknologi: Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Sesi diskusi ini menjadi wadah pertukaran pengalaman mengenai pengembangan budidaya anggrek, peluang pengembangan usaha, serta implementasi teknologi kultur jaringan dalam mendukung keberlanjutan usaha anggrek masyarakat.
Evaluasi akhir kegiatan dilakukan melalui post-test untuk mengetahui peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan. Berdasarkan hasil evaluasi, nilai rata-rata peserta meningkat dari 8,3 pada pre-test menjadi 8,5 pada post-test, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik perbanyakan tanaman anggrek melalui kultur jaringan/in vitro.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian sertifikat kepada peserta dan dokumentasi bersama. Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Laboratorium Bioteknologi selesai, peserta dan tim pengabdian melanjutkan kunjungan ke Green House Karanggayam sebagai bagian dari pengenalan pengelolaan dan pengembangan tanaman anggrek secara berkelanjutan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penerapan teknologi kultur jaringan tanaman. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan kapasitas mitra UMKM anggrek dalam mengembangkan usaha berbasis inovasi teknologi sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi produk budidaya. Penerapan teknik kultur jaringan/in vitro yang efektif dan berkelanjutan juga sejalan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengembangan metode produksi bibit tanaman yang lebih terencana dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, kegiatan ini mendukung SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi, pemanfaatan, serta pengembangan biodiversitas anggrek secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap teknologi kultur jaringan/in vitro dapat semakin dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperkuat pengembangan komoditas anggrek, meningkatkan nilai ekonomi produk budidaya, serta mendukung terwujudnya kawasan ekoeduwisata berbasis biodiversitas yang berkelanjutan di Ngargoyoso, Tawangmangu. [Penulis: Sri Garcinia Lathifah]











