Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) MBKM Fakultas Biologi UGM kembali melaksanakan pertemuan ketiga dalam rangkaian program pengembangan budidaya Labu Susu di Dusun Kebondalem, Madurejo, Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan yang diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mlati ini merupakan bagian dari program “Pengembangan Budidaya Labu Susu sebagai Sumber Pangan Nabati Anti-Stunting untuk Mewujudkan Kehidupan Tanpa Kelaparan (SDG 2)”.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam pagi bersama, dilanjutkan pembukaan oleh Master of Ceremony dan pengisian pretest oleh peserta. Sesi inti berupa pematerian dan praktik pembuatan tepung Labu Susu dengan menghadirkan dua narasumber. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku ketua tim pengabdian membuka sesi materi dengan topik “Diversifikasi Olahan Labu Susu dan Keterkaitan dengan Anti-Stunting”, memaparkan berbagai potensi produk turunan Labu Susu, serta perannya dalam upaya pencegahan stunting. Materi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. dengan topik “Praktik Pembuatan Tepung Labu Susu”, yang menjelaskan tahapan pengolahan Labu Susu menjadi tepung. Selain teknik pembuatan tepung, Prof. Dr. Ir. Supriyadi, M.Sc. turut memberikan materi tambahan mengenai cara pengemasan dan penyimpanan tepung Labu Susu yang tepat agar kualitas produk tetap terjaga, memperkenalkan pilihan kemasan berbahan dasar tumbuhan sebagai alternatif ramah lingkungan, serta menjelaskan pentingnya pelabelan produk yang informatif untuk meningkatkan daya saing dan nilai jual. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab, post-test, penyampaian kesan-pesan, serta pemaparan rencana agenda selanjutnya.
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa/i Fakultas Biologi UGM, antara lain Prima Sekti K., Muhammad Meshal Ramadhayesa, Pradhika Cikal Malika, Eldira Dinar P., dan Khurin ‘Aini untuk mendampingi jalannya acara, serta praktik pengolahan bersama ibu-ibu KWT Mlati. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas KWT Mlati dalam mengolah Labu Susu varietas Citra Laga menjadi tepung bernilai tambah tinggi, sekaligus membekali pengetahuan pengemasan, penyimpanan, dan pelabelan produk agar layak dipasarkan secara luas. Melalui kegiatan ini, KWT Mlati diharapkan mampu mengembangkan produk olahan Labu Susu secara mandiri dan berkelanjutan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat.
Program pengabdian ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui diversifikasi sumber pangan nabati, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan stunting dan peningkatan gizi masyarakat, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengolahan hasil pertanian lokal menjadi produk pangan bernilai tambah dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi Fakultas Biologi UGM dalam pemberdayaan masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal. [Penulis: Kotimah].









