Lichen merupakan organisme hasil simbiosis antara dua organisme yang berbeda yaitu jamur dan alga. Lichen memiliki peran penting dalam ekosistem dan beberapa species telah dimanfaatkan oleh manusia, misalnya sebagai obat berbagai jenis penyakit, zat pewarna alami, makanan, dan lain-lain. Akan tetapi, studi mengenai lichen sangat terbatas. Oleh karena itu, sebagai bentuk implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) melaksanakan kegiatan penelitian dan eksplorasi keanekaragaman species Fruticose Lichen yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi.
Penelitian yang bertema “Keanekaragaman Species Fruticose Lichen di Taman Nasional Gunung Merapi. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta” dilaksanakan oleh Tim Mahasiswa MBKM Penelitian, yang beranggotakan Aghniya Faza Kencana Dewi, Naufal Irba Sahril, dan Achmad Naufal Yogasatrio yang berada di bawah bimbingan Dosen Fakultas Biologi UGM, Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si. Penelitian bertujuan untuk mempelajari keanekaragaman spesies Fruticose Lichen yang ada di Taman Nasional Gunung Merapi dan memberikan informasi mengenai keanekaragaman spesies Fruticose Lichen yang dapat dijumpai di Taman Nasional Gunung Merapi.
Kegiatan penelitian terbagi menjadi dua kegiatan yaitu eksplorasi keanekaragaman species dan identifikasi species di laboratorium. Eksplorasi dan penelitian di laboratorium dilaksanakan selama bulan Mei – Desember 2025. Penelitian Fruticose Lichen ini mengambil lokasi lereng selatan Gunung Merapi yaitu Resor Pakem Turi, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Lokasi eksplorasi dipilih berdasarkan potensi keberadaan Fruticose Lichen yang tumbuh di berbagai tipe habitat hutan pegunungan. Dalam pelaksanaannya, sampling dilakukan dengan metode jelajah dan dilakukan pengambilan data berupa intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban. Spesimen yang diperoleh telah diidentifikasi di Laboratorium Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM. Identifikasi dilakukan didasarkan atas karakter morfologi, anatomi, dan skrining kandungan kimia dengan metode Simple Spot Test, serta identifikasi molekuler.
Kegiatan penelitian ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 4: Quality Education, SDG 13: Climate Change, SDG 15: Life on Land, SDG 16: Peace, Justice, and Strong Institutions, dan SDG 17: Partnerships for the Goals.







