Balikpapan, 30 November 2026 – Tim peneliti Ayam MAHAR dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan yang berlangsung di Kandang Ayam MAHAR Gama Gemilang, Karang Joang, Balikpapan Utara, ini difokuskan pada peninjauan karakteristik dan keseragaman populasi Ayam MAHAR melalui pengukuran morfometri serta pengambilan sampel biologis untuk mendukung analisis genetik lebih lanjut. Selain kegiatan penelitian, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membahas rencana pengembangan Ayam MAHAR bersama mitra dan menjajaki peluang kolaborasi dengan Universitas Mulia Balikpapan. Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pengukuran morfometri untuk memperoleh data karakteristik fisik Ayam MAHAR, seperti ukuran dan proporsi tubuh. Pengukuran ini menjadi bagian dari upaya dokumentasi karakteristik fenotipik populasi yang dapat digunakan untuk mendukung evaluasi keseragaman dan pengembangan sistem pembibitan. Selain itu, dilakukan pula pengambilan sampel biologis yang akan digunakan dalam proses isolasi DNA dan analisis variasi genetik. Data genetik tersebut diharapkan dapat melengkapi informasi karakteristik fenotipik sehingga evaluasi populasi Ayam MAHAR dapat dilakukan secara lebih komprehensif.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. sebagai perwakilan tim peneliti Fakultas Biologi UGM, Dr. Lalu Fauzul Idhi sebagai mitra pengembangan Ayam MAHAR di Balikpapan, serta dua mahasiswa Fakultas Biologi UGM, yaitu Ziyan Fareysa Abharani dan Nur Fatimah Ratna Handayani. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengalaman langsung dalam penelitian lapangan, pengukuran karakteristik biologis, pengambilan sampel, dan dokumentasi data penelitian. Selain pengambilan data penelitian, tim juga melakukan diskusi bersama mitra mengenai evaluasi perkembangan populasi, sistem pembibitan, serta arah pengembangan Ayam MAHAR pada tahap selanjutnya. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkuat kesinambungan kegiatan penelitian dan pengembangan populasi, termasuk peningkatan kualitas pencatatan data serta pengelolaan peternakan. Hasil pengukuran dan analisis yang akan dilakukan selanjutnya diharapkan dapat menjadi dasar ilmiah dalam mendukung proses seleksi dan pengembangan populasi Ayam MAHAR secara berkelanjutan.
Dalam rangka memperluas jejaring akademik dan mendukung pengembangan inovasi peternakan di Kalimantan Timur, tim juga melakukan penjajakan awal kolaborasi dengan Universitas Mulia Balikpapan. Pertemuan dan diskusi dilakukan bersama Rektor Universitas Mulia, Dr. Agung Sakti Pribadi, S.H., M.H., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Sumardi, S.Kom., M.Kom. Diskusi awal tersebut membahas peluang sinergi dalam bidang penelitian, pendidikan, pengembangan inovasi, dan pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengembangan Ayam MAHAR. Penjajakan kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk mengidentifikasi potensi kontribusi dan bentuk kegiatan bersama yang dapat dikembangkan oleh kedua perguruan tinggi. Rencana tindak lanjut masih akan dikoordinasikan dengan para pemangku kepentingan terkait, khususnya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sehingga bentuk dan ruang lingkup kerja sama dapat diselaraskan dengan arah pengembangan program di daerah. Dengan demikian, kolaborasi yang direncanakan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penelitian dan pengembangan peternakan unggas yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, mitra usaha, serta masyarakat.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan ketahanan pangan dan ketersediaan sumber protein hewani; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pelibatan mahasiswa dalam penelitian dan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi usaha peternakan dan pemberdayaan masyarakat; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi dan pemanfaatan hasil penelitian di bidang peternakan; serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penjajakan dan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra usaha, dan pemerintah daerah.




