
Yogyakarta, Juli 2026 – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Gold Medal pada International Invention Competition for Young Moslem Scientists (IICYMS) 2026 melalui inovasi SPIRIFOAM (Smart Biodegradable Biofoam Reinforced with Spirulina platensis for Intelligent Sustainable Packaging).
SPIRIFOAM dikembangkan oleh tim yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, Ayu Nawang Wulan, dan Anisa Kurniati di bawah bimbingan Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, S.Si., Bio.Cur., M.Sc. Inovasi ini menawarkan alternatif kemasan pangan yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan biomaterial terbarukan sekaligus dilengkapi dengan fitur pemantauan kesegaran pangan.
SPIRIFOAM merupakan biofoam yang dikembangkan dari biomassa Spirulina platensis dan limbah pertanian sebagai alternatif pengganti styrofoam konvensional. Material ini dirancang agar mudah terurai secara alami, memanfaatkan bahan baku terbarukan, serta mendukung upaya pengurangan limbah plastik melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Keunggulan utama SPIRIFOAM terletak pada kemampuannya sebagai intelligent packaging. Pigmen fikosianin yang berasal dari Spirulina platensis memungkinkan kemasan mengalami perubahan warna ketika terpapar senyawa hasil pembusukan pangan, suhu tinggi, maupun radiasi ultraviolet. Perubahan warna tersebut berpotensi menjadi indikator visual kesegaran pangan sehingga konsumen dapat mengetahui kondisi produk tanpa harus membuka kemasan.
Selain berfungsi sebagai indikator kesegaran, SPIRIFOAM juga dikembangkan sebagai material kemasan yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan mikroplastik setelah terurai. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam pengembangan kemasan pangan yang lebih berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap styrofoam berbasis petroleum.
Perolehan Gold Medal pada IICYMS 2026 menjadi pengakuan atas inovasi yang mengintegrasikan aspek keberlanjutan lingkungan dan keamanan pangan dalam satu produk. Capaian tersebut sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa Universitas Gadjah Mada dalam mengembangkan solusi berbasis riset untuk menjawab tantangan di bidang kemasan pangan berkelanjutan. [Penulis: Anisa Kurniati]
