Minuman fungsional kombucha produk “Kopi Omah Martani” mempunya cita rasa khas dengan flavor disukai konsumen serta menyehatkan tubuh. Variasi produk kombucha dibuat dengan menggunakan substrat berupa bunga telang (Clitoria ternatea L), bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L) dan jeruk purut (Citrus hystrix DC), serta tambahan rempah berupa daun pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb) maupun batang sereh (Cymbopogon nardus L. Rendle). Semua substrat tersebut sebelumnya disterilisasi dan proses fermentasi kemudian dilakukan dengan menggunakan konsorsium bakteri asam asetat. Fermentasi bakteri tersebut dilakukan selama dua minggu sampai pelikel disintesis. Selama masa penyimpanan produk kombucha, kondisi suhu dan lama waktu penyimpanan sangat mempengaruhi kualitas produk tersebut. Oleh karena itu tim MBKM Penelitian Fakultas Biologi UGM dengan Ketua Dr. Endah Retnaningrum, M. Eng, beserta 3 mahasiswa (Audy Syavanova, Khilin Shafa Nisa dan Virsandhita Althafio Ribowo pada 6-17 Juni 2023 telah melakukan pengujian kualitas produk kombucha dengan perlakuan suhu dan waktu penyimpanan berbeda. Hasil penelitian yang diperoleh pada kegiatan ini dapat memberikan informasi mengenai kisaran suhu dan lama waktu yang paling baik bagi produsen untuk menyimpan produk kombucha.
SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Pembanguan Berkelanjutan
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Juara 1 Lomba Esai Nasional setelah berkolaborasi dengan mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi (S1), Fakultas MIPA UGM. Prestasi ini diraih oleh Zildan Basara, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020, dan Ferdian Arvin Nayandra, mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kimia Universitas Sumatera Utara dengan tajuk Decent Essay and Infographic of Goal and Suggestion on National Chemical Revolution 2023. Periode lomba dibuka dari 23 Maret 2023 dan penentuan juara diumumkan pada 13 Mei 2023. Kompetitor lomba ini berasal dari 19 perguruan tinggi berbeda, termasuk Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Diponegoro.
Pada kompetisi ini, tim mengambil subtema kesehatan dengan judul “Pemanfaatan Molecular Docking dan Teknologi Biosensor Elektrokimia dalam Deteksi Dini dan Pengembangan Obat Kanker Payudara”. Dalam esai ini, tim membahas bahwa kanker payudara adalah penyebab kematian paling umum kedua akibat kanker di kalangan wanita di dunia. Pada tahun 2020, terdapat 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan 685.000 kematian secara global. Pada tahun yang sama, WHO (2021) menyebutkan kanker payudara di Indonesia merupakan kanker dengan kasus terbanyak, yaitu 65.858 kasus dengan angka kematian terbanyak kedua sebanyak 22.430 jiwa. Dengan angka yang begitu besar, maka diperlukan alternatif obat antikanker payudara, salah satunya dengan memanfaatkan rempah-rempah seperti kunyit, bawang putih, dan bawang merah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan dari rempah-rempah seperti senyawa allicin milik bawang putih, curcumin milik kunyit, dan quercetin milik bawang merah memiliki potensi sebagai antikanker. Salah satu design penelitian untuk membuktikannya adalah melalui molecular docking. Molecular docking adalah metode komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara molekul yang berbeda, seperti ligand dan protein, dengan cara memperkirakan kemungkinan terjadinya pengikatan antara keduanya. Teknik molecular docking memprediksi interaksi antara senyawa aktif dalam rempah-rempah dengan protein atau target molekuler yang terlibat dalam perkembangan kanker payudara.
Upaya pencegahan dini kanker payudara dapat dilakukan dengan mendeteksi biomarker yang berada di dalam tubuh manusia. Biomarker merupakan zat biologis yang berada dalam matriks atau jaringan biologis yang dapat memberikan informasi dalam diagnosis, prognosis, terapi, dan pemahamahan tentang etiologi kanker. Terdapat berbagai macam biomarker untuk kanker payudara, di antaranya adalah HER2. Pada kondisi normal dan terkontrol, HER2 diekspresikan pada sel-sel normal di dalam tubuh. Namun, pada beberapa kasus kanker payudara, terjadi mutasi pada gen HER2 yang menyebabkan produksi protein HER2 berlebihan atau overexpression. Hasil analisis molecular docking menunjukkan bahwa senyawa-senyawa aktif seperti allicin, curcumin, dan quercetin dari rempah-rempah memiliki ikatan yang kuat dan stabil dengan protein target HER2. Hal ini menunjukkan bahwa bawang putih, kunyit, dan bawang merah memiliki potensi yang besar sebagai obat antikanker payudara.
Setelah dilakukan molecular docking, selanjutnya adalah melakukan uji deteksi dini kanker payudara menggunakan teknologi biosensor elektrokimia. Biosensor merupakan sebuah sensor pintar berdasarkan parameter-parameter komponen biologis yang menggabungkan elemen biologis dengan elemen transduser (pemroses sinyal) untuk menghasilkan sinyal yang dapat diukur atau diinterpretasikan. Biosensor elektrokimia menjadi teknologi terbaru berbasis sensor pintar yang mengintegrasikan unsur keilmuan dari berbagai bidang pengetahuan, yaitu elektronika, biologi, dan kimia.
Dalam aplikasi biosensor, elektroda dimodifikasi dengan molekul atau protein seperti allicin, curcumin, atau quercenntin sehingga keduanya dapat berinteraksi dengan biomarker target HER2 di atas permukaan elektroda. Ketika kedua molekul tersebut terikat dengan biomarker target, maka akan terjadi perubahan sinyal listrik yang dapat diukur sebagai respons dari biosensor elektrokimia. Jumlah reseptor HER2 yang terdeteksi oleh biosensor elektrokimia dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan indikasi adanya kanker payudara dengan reseptor HER2 positif.
Oleh karena itu, dengan perpaduan antara molecular docking dan teknologi biosensor, maka diharapkan akan terbentuk sistem yang terintegritas sebagai upaya pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Tim berharap dengan adanya kolaborasi antara dua keilmuan ini bisa menciptakan ide-ide menarik yang berperan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs). [ZB]
Pada akhir bulan Mei – awal bulan Juni 2023, tim Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) -Penelitian tahun 2023 Fakultas Biologi UGM, dengan Ketua Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP&E, M.Biomed, beserta 5 orang mahasiswa, Qurotul Ainina, Inna Qoni’ata Shofia, Muhammad Makmal Baha, Muhammad Rizki, dan Ratnaduhita Estiningtias Cahyaningrum, telah melaksanakan koordinasi terkait kegiatan pembuatan kompos berbahan dasar sersah daun dengan beberapa macam starter. Kegiatan ini dimaksudkan untuk dapat menjelaskan dan menganalisa “DIVERSITAS PROTOZOA DAN MIKROARTHROPODA TANAH SEBAGAI BIOINDIKATOR KEBERHASILAN KOMPOSTING DAN CEMARAN TANAH“.
Kegiatan pembuatan kompos ini telah memasuki minggu ke III, selain di monitor keberhasilan terbentuknya kompos, juga dilakukan pemeriksaan parameter lingkungannya, seperti suhu, kelembaban, dan pH. Penambahan probiotik (sebagai starter) dan bahan lain seperti dedak, dengan komposisi tertentu akan mempermudah dan mempercepat proses komposnya.
Selanjutnya, selama periode kegiatan juga telah melaksanakan konsultasi dan koordinasi yang ke 2 dengan mitra, PT Pradipta Paramita Agroutama yang berlokasi di Jl. Waru Raya, Waru, Pulosari, Karanganyar. Disampaikan oleh pimpinan pihak mitra, Ibu Dra Agnes Heratri, M.Si, bahwa sampai saat ini proses komposting sudah menjadi hal yang umum dan mudah dilakukan, akan tetapi kajian pada hasil kompos terutama dengan kehadiran mikrofauna tanah masih sangat terbatas informasinya. Kehadiran protozoa, cacing dan mikroarthropoda tanah menjadi bagian penting pada hasil komposting karena dapat menjadi indikator pupuk/ kompos yang dihasilkan berkualitas.
Salam Lestari dari fakultas Biologi…
Dalam upaya memperkuat kerja sama yang telah dimulai sebelumnya, Tim Dekanat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang diwakili oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku Dekan dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni melakukan kunjungan ke University of Leeds dan University of Nottingham di Inggris pada Kamis (8/6/2023). Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama dengan University of Nottingham serta untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dengan University of Leeds.
Faculty of Biological Sciences di University of Leeds adalah salah satu institusi pendidikan tinggi ternama di Inggris yang memiliki keunggulan dalam bidang ilmu biologi dan masuk dalam Top 100 Dunia dalam kategori Life Sciences (Times Higher Education World University Rankings) serta Top 100 Dunia dalam kategori Sports menurut QS World University Rangkings. Fakultas ini menawarkan program-program studi yang berkualitas tinggi dan memiliki fasilitas penelitian yang canggih. Dalam kunjungan ke University of Leeds, Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM berdiskusi dengan Prof. Ian Wood, Professor of Molecular Neuroscience untuk memperluas kerja sama dalam program Double Degree untuk Magister dan Doktor.
Sementara itu, Faculty of Science di University of Nottingham juga memiliki reputasi yang sangat baik dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Fakultas ini menawarkan program-program studi yang komprehensif dan memiliki lingkungan akademik yang dinamis. Dalam kunjungan ini, Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM menjajaki peluang kerja sama penelitian dan akademik dengan Faculty of Science, University of Nottingham. Beberapa bentuk kerja sama yang dijajaki antara lain Students and Staff Mobility, Visiting Professor, dan Double Supervision untuk Program Double Degree.
Dalam kunjungan ke University of Nottingham, Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM disambut oleh Dr. Nigel Mongan, Ph.D., FHEA., FRC.Path (Director of Global Engagement Faculty of Medicine and Health Sciences), David Ouchterlonie (Associate Director Global Engagement External Relations), dan Rachel Jessop (Senior Strategic Projects and International Manager Faculty of Science).
Tindaklanjut dari kunjungan kerja sama ini, diumumkan pula bahwa beberapa profesor dari University of Leeds dan University of Nottingham bersedia menjadi keynote/invited speakers pada acara The 6th International Summer Course on Tropical Biodiversity & Sustainable Development, program yang akan dilaksanakan oleh Fakultas Biologi UGM pada bulan Juli 2023 mendatang. Program ini akan memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan staf akademik untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru dari para ahli ternama dalam bidang ilmu biologi tropika.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr.Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan kegembiraannya atas perkembangan kerja sama ini. Ia berharap kuantitas dan kualitas kerja sama internasional di Fakultas Biologi UGM akan semakin meningkat, khususnya dengan beberapa universitas di UK.
Kunjungan Tim Dekanat Fakultas Biologi UGM ke University of Leeds dan University of Nottingham merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam membangun kerja sama internasional yang bermanfaat dalam bidang akademik dan penelitian.
Hari Sabtu, tanggal 03 Juni 2023, tim mahasiswa PkM MBKM-2023 Program Sarjana Fakultas Biologi UGM Angkatan 2020, yaitu Rahmi Qurrota Aeni, Nala Azkiya, Lena Mardiana, Nurrisma Ika Lestari, dan Kanya Nabila Febrirani dengan pembimbing Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. telah melakukan kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Wisata Klayar. Program ini dilakukan dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat Kelompok Tani Klayar di Desa Kedungpoh, Nglipar Gunung Kidul bersama dengan Pak Didik Purnomo sebagai mitra MBKM ini. Kegiatan ini merupakan kelanjutan program pengabdian kepada masyarakat tahun lalu pada budidaya krisan organik. Namun ditahun ini digunakan bawang merah sebagai pangan yang akan dibudidayakan.
Kegiatan diawali dengan konsolidasi kepada pihak mitra untuk mempersiapkan kebutuhan dalam budidaya bawang merah organik. Selanjutnya dilakukan tahap penanaman dan pelatihan penanaman bawang merah untuk tim mahasiswa PkM MBKM-2023. Pada kegiatan pelatihan penanaman bawang merah, mahasiswa dibimbing oleh Pak Didik dan Kelompok Tani Klayar untuk menanam di ladang dan di greenhouse. Mahasiswa diajarkan bagaimana menanam bawang merah mulai dari menyiapkan benih hingga cara penanamannya. Kegiatan ini masih akan terus berlanjut dengan akan diadakannya program lain seperti sosialisasi kepada Kelompok Tani Klayar mengenai pengolahan bawang merah sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
Hari Jumat dan Sabtu, tanggal 26 dan 27 Mei 2023, tim mahasiswa PkM MBKM-2023 dengan pembimbing/PIC Bpk. Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. melakukan kegiatan implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) – Membangun Desa. Program ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam komunitas “Kebon Pasinaon” (Taman Belajar Masyarakat) berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di Desa Sirahan, Salam, Magelang dengan PKBM Ibnu Hajar sebagai mitra MBKM ini. Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Pemberdayaan Kebon Pasinaon dalam Kegiatan Zero Waste Life sebagai Wujud Circular Economy untuk Penguatan Masyarakat Desa Sirahan, Salam, Magelang”.
Kegiatan pada hari pertama selain Tim Mhs. MBKM-Pengabdian juga melibatkan narasumber dosen tamu “Biofertilizer” Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. (Lab. Fisiologi Tumbuhan) dan Tim Literasi – Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dengan didukung Mhs. volunteer Atsna. Program pokok yang dilaksanakan dalam kegiatan ini meliputi Penjelasan Literasi “Zero Waste Life dan Circular Economy” dan pengenalan contoh-contoh produk berbasis konsep tersebut yaitu “Biofertilizer” dan “Meliponiculture” (produk : madu, bee-pollen, dan propolis).
Kegiatan diawali Pembukaan dipandu MC-Mhs. Humaira. Setelah sambutan oleh dosen pembimbing dan wakil dari PKBM Ibnu Hajar Ibu Ida Fitri Lusiana dilanjutkan presentasi oleh Tim-Mhs PkM MBKM diwakili Delvira dan Isma dengan tema Zero Waste Life dan Circular Economy sebagai dasar untuk penguatan ekonomi desa dan dilanjutkan dengan pengenalan contoh-contoh realisasinya. Produk pertama yaitu berupa “Bio-fertilizer” yang dikenalkan dalam kegiatan ini kepada masyarakat secara langsung oleh Dosen Biologi dalam mayor fisiologi tumbuhan Ibu Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. Biofertilizer ini menggunakan 9 macam mikrobia yang diketahui mampu memperbaiki kualitas fisik, kimiawi dan biologis tanah yang ‘rusak’ sehingga mampu diperbaiki (recovery) secara alami (ramah lingkungan) dan tanah kembali subur dan lebih bernutrisi bagi tanaman dan tentunya ramah lingkungan / tidak merusak lingkungan. Selain itu juga dikenalkan produk lain yang ramah lingkungan yaitu BIO-GAS dari proses fermentasi limbah peternakan utamanya Ternak Sapi. Antusias peserta/warga mengikuti sosialisasi dan pelatihan dalam kebon pasinaon sangat tinggi dan termotivasi untuk realisasi program ini terbukti dengan aktif berdiskusi dan sudah menyediakan bahan-bahan untuk proses pelatihan pembuatan pupuk biofertilizer yaitu dari limbah urine ternak kelinci dalam volume yang cukup banyak, serta potensi lainnya dari warga/kebon pasinaon sudah siap dengan bambu koloni lebah serta inovasi lainnya untuk Bio-gas seperti limbah feces ternak sapi juga sudah ada.
Hari Sabtu 27 Mei 2023 dengan dukungan penuh tim-lengkap MBKM Pengabdian dan Penelitian, kegiatan lanjutan pada hari ke-2 ini diawali dengan pembukaan acara dipandu oleh MC-Mhs. Nadhira. Sambutan diisi oleh Pembimbing MBKM dan juga wakil PKBM Ibnu Hajar ( Ibu Ida Fitri Lusiana) dengan menjelaskan konsep kebon pasinaon sebagai destinasi pembelajaran alam yang terintegrasi dengan konsep Zero waste life yang mendukung kelestarian alam serta bernilai ekonomi sirkular. Presentasi tema pokok (bag.2) mengenai Zero Waste Life dan Circular Economy (lanjutan hari-1) disajikan oleh tim-Mhs. MBKM dengan gaya yang komunikatif dan familiar. Kemudian presentasi pokok berikutnya oleh narasumber dosen dari lab Entomologi (Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes) mengenai budidaya lebah klanceng (Meliponiculture) penghasil produk madu, bee-pollen, dan propolis. Kegiatan diakhiri dengan praktek pembuatan Pupuk Biofertilizer yang digunakan sebagai biang/booster pupuk cair dalam media urin kelinci dengan perbandingan 250 cc biofertilizer dalam 15 liter urine. Praktek selanutnya adalah pemindahan koloni dari dalam bambu ke dalam stop/peti budidaya yang inovatif sekaligus juga dilakukan proses pemanenan produk Meliponiculture berupa madu klanceng dan propolis klanceng. Praktek ini dipandu oleh Tim Mhs-MBKM PkM & Penelitian yang juga dibawah bimbingan Bpk. Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes.
Dengan adanya inovasi budidaya koloni lebah klanceng dan pembuatan pupuk cair ramah lingkungan “Biofertilizer” ini, Tim-Mhs. PkM MBKM dan Wadah komunitas Kebon Pasinaon bersama-sama masyarakat Desa Sirahan telah menunjukan kepeduliannya dalam memastikan keberlangsungan sumber-sumber potensi ekonomi dengan konsep dasar yang kuat dan terintegrasi dalam kegiatan zero waste life dan mendukung kegiatan ekonomi sirkular dengan pratik-baik (best pratices) meliputi ajakan menanam bunga sumber pakan lebah klanceng yang berperan sebagai serangga penyerbuk tanaman alam sekitar untuk produk perkebunan dan selain itu juga prakti-baik denga pembuatan pupuk organik dari limbah urin peternakan kelinci. Haerapan ke depan akan semakin memperindah lingkungan dan meminimalisir limbah yang terbuang ke lingkungan serta menghasilkan produk bernilai jual. Tim pendukung Mahasiswa dari program semester ini adalah Delvira, Isma, Nadhira, Humaira, Missy, Luthfan, dan Atsna dan tim literasi perpustakaan biologi UGM yang terlibat Rusna Nuraini, Ekowati, Aris Setiawan, Agus, dan Harsono. Salam lestari salam literasi~
Agenda ini dilakukan dalam rangka merealisasikan tujuan pengabdian kepada masyarakat dalam skema Hibah PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM Tahun Anggaran 2023 yang diketuai oleh Ibu Laksmindra Fitria, S.SI., M.Si. yaitu: “Penguatan ketahanan pangan di Kampung Satwa untuk meningkatkan gizi keluarga serta mengantisipasi kejadian wasting dan stunting”. Pada Periode I (Semester Genap Tahun Akademik 2022/2023), tiga agenda telah diselesaikan dengan baik, yaitu: (1) Sosialisasi program kepada pengurus Kampung Satwa; (2) Penyuluhan pemanfaatan Eco-Enzyme dalam rangka zero waste dan budidaya Microgreens untuk alternatif pemenuhan gizi keluarga; (3) Penyuluhan Program Keluarga Sadar Gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita & anak. Selanjutnya, pada Periode II yang akan datang (Semester Gasal Tahun Akademik 2023/2024) agendanya adalah budidaya sayuran dan buah-buahan serta lele untuk mendukung kecukupan protein nabati, protein hewani, dan vitamin dalam rangka mengantisipasi kejadian wasting dan stunting.
Sebelum mempraktikkan secara langsung bersama warga Kampung Satwa, enam mahasiswa yang tergabung dalam Tim Swanting, yaitu: Nindi Putri Dwi Wardani, Lisna Nur Aini, Fathur Syahrian Ramadhani, Adiva Aphrodita, Diva Nurmalia Sentono, dan Rendritio Bahar mengikuti serangkaian pembekalan untuk memperoleh ilmu (knowledge) dan keterampilan (skill) langsung dari pakarnya. Pelatihan budidaya tanaman sayuran dilaksanakan di Stasiun Penelitian Karanggayam bersama Bapak Nanang Adi Saputra, sedangkan pembekalan budidaya dan perawatan tanaman buah dalam pot (tabulampot) dilaksanakan di Stasiun Penelitian Sawitsari bersama Bapak Yusuf Sukri Sulaiman (Pak Sule). Penanggung jawab kedua kegiatan ini adalah Lisna Nur Aini. Pelatihan budidaya lele mengundang Ibu Nur Indah Septriani, Si.Si., M.Sc., Ph.D. (Fakultas Biologi UGM), Bapak Nanang Adi Saputra (Fakultas Biologi UGM), dan Bapak Paulus Hendro dari Sentra Bibit Lele Le’ KaBrAs di Brayut, Pandowoharjo, Sleman, DIY, dengan penanggung jawab kegiatan adalah Rendritio Bahar dan Fathur Syahrian Ramadhani.
Kegiatan pelatihan budidaya tanaman sayuran telah dilaksanakan sejak tanggal 15 Mei 2023 berupa penyemaian benih bayam, kangkung, pakcoi, dan kale. Benih tumbuh sekitar 4-5 hari setelah penyemaian, kemudian bibit dipindah ke polybag, pot, dan bedengan sebagai variasi penanaman. Bibit tanaman disiram dengan air setiap hari pada pagi dan sore hingga masa panen. Dalam kegiatan ini tidak digunakan pestisida (inisiasi pertanian organik) melainkan memanfaatkan Ekoenzim yang lebih ramah lingkungan. Adapun pembuatan Ekoenzim dan cara pemanfaatannya telah disosialisasikan dalam bentuk penyuluhan dan praktik langsung di Kampung Satwa.
Pembekalan budidaya dan perawatan tanaman buah-buahan dalam pot (tabulampot) dilakukan sebanyak tiga sesi, yaitu pada tanggal 12, 19, dan 26 Mei 2023. Pada sesi pertama, Pak Sule menjelaskan mengenai pengendalian hama pada tanaman kelengkeng karena tanaman kelengkeng yang sedang berbunga rawan diserang hama sehingga berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas buahnya, bahkan dapat gagal berbuah. Pada sesi kedua, beliau menjelaskan mengenai cara pemuliaan tanah, mulai dari penggemburan, penyiraman, hingga pemupukan tanaman buah berdasarkan dosisnya. Pada sesi terakhir, Pak Sule menjelaskan mengenai “vaksinasi” yakni metode induksi pembungaan pada tanaman kelengkeng. “Membeli bibit bisa di mana saja, tapi belum tentu tumbuh. Perlu pengetahuan mengenai cara pemeliharaan dan treatment supaya bibit dapat tumbuh dengan baik, dan jika itu tanaman buah maka dapat berbuah dengan optimal,” demikian kata Pak Sule. Oleh karena itu, kegiatan pembekalan ini sangat penting bagi mahasiswa sebelum terjun langsung praktik bersama warga desa.
Pembekalan dan pelatihan budidaya lele dilakukan sebanyak dua sesi, yaitu pada tanggal 25 dan 29 Mei 2023. Pada sesi pertama, Pak Nanang memaparkan teknik budidaya lele dalam kolam mulai dari pemilihan bibit, perawatan lele, cara pemberian pakan, dan sanitasi berdasarkan pengalaman beliau dalam budidaya lele di Stasiun Penelitian Karanggayam. Pembekalan sesi kedua dilaksanakan di Sentra Bibit Lele Brayut milik Pak Paul. Beliau memaparkan pentingnya pakan bagi bibit lele, di mana perlu adanya penambahan probiotik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi kehidupan awal lele. Pak Paul juga memberikan contoh pembuatan pakan probiotik, cara pemberian pakan, perlakuan grading, serta efektivitas dan tantangan untung rugi dalam budidaya lele. Selain budidaya lele dalam kolam, Tim Swanting juga akan belajar budidaya lele dalam ember (budikdamber) bersama Bu Indah pada semester/periode yang akan datang. Beliau telah berhasil mempraktikkan budikdamber pada kegiatan PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM tahun 2022 di Dusun Karangwuni dan Karanggayam, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi DIY.
Sesuai namanya: skema Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) tidak hanya merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan warga desa dan kemitraan, namun dalam kegiatan ini mahasiswa yang terlibat diberi kesempatan penuh untuk mengembangkan diri, berkreasi dan berinovasi dalam merancang kegiatan untuk warga desa, mencari narasumber atau pakar terkait, belajar dengan siapa saja, dan belajar di mana saja. [SWT]
Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM dengan koordinator Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. telah dimulai sejak 2020 melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat MBKM Membangun Desa. Setelah persiapan dan inisiasi sejak 2020, pada tahun 2021 program memiliki kemajuan secara bertahap dengan adanya komitmen yang kuat dari seluruh perangkat desa yang dipelopori oleh Bapak Supriyanto, S.Pd. (Lurah Kebonalas), Bapak Suwadi, S.Pd. (Sekretaris Desa), Bapak Robani, S.TP. (Ketua BPD) beserta anggota, Bapak Sunardi selaku kepala dusun, Ibu Mulati dan Bapak Junarko selaku BUMDES penggerak Maju Makmur dengan pendampingan dari Tim MBKM Membangun Desa Fakultas Biologi UGM mengajukan Kebonalas sebagai Desa Wisata berbasis Tanaman Buah kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten. Pengajuan dilaksanakan Nopember 2022, dan kemudian menjalani assessment di lapangan pada 11 Januari 2023 oleh Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga dan Pariwisata.
Setelah melaksanakan Assesment, pada 10 Februari 2023, Alhamdulillah Desa Kebonalas memperoleh SK Desa dari Bupati untuk wahana Destinasi Wisata KABUT KEBONALAS dengan nomer SK 435/41 tahun 2023 tertanggal 10 Februari 2023 dan SK Kelompok Sadar Wisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga dan Pariwisata dengan Nomer 2 Tahun 2023 . Dengan keberhasilan ini, diharapkan program ini dapat berjalan sesuai rencana dan dapat segera terwujud tujuan desa wisata untuk menjadi salahsatu sumber pendapatan dan pemberdayaan masyarakat Desa Kebonalas yang bersinergi dan berkesinambungan serta ramah lingkungan.
SRT (Single Rope Technique) atau teknik satu tali merupakan salah satu keahlian menggunakan satu tali untuk bergerak di lintasan vertikal maupun horizontal. Sebagai seorang yang sering berkegiatan di alam bebas seperti caver, climber, dsb haruss menguasai teknik ini, karena pada dasarnya alam ini memiliki bidang horizontal maupun vertical. SRT ini bisa digunakan dalam berbagai macam kegiatan seperti flying fox, ascending/descending prusiking, terdapat banyak sistem yang digunakan dalam SRT ini, khususnya di Indonesia yang paling popular yaitu Frog Rig. Terdapat beberapa macam alat untuk melakukan SRT ini sepeti helm, seat harness, chest harness, hand ascender, foot loop, mailon rapid, cowstail, dll. Alat tersebut digunakan agar menjamin zero percent error.
Pada 7 Mei 2023 Matalabiogama bersama dengan mapagama mengadakan latihan bereng teknik SRT di jembatan Babarsari. Kegiatan dimulai jam 09.00 WIB berkumpul di sekretariat Mapagama. Setelah sampai di sekretariat, peserta mengecek alat yang dibawa dan koordinasi perjalanan. Setelah semua peserta siap, jam 10.00 WIB bersama-sama berangkat menuju Jembatan Babarsari. Sekitar jam 10.30 WIB tim sudah sampai di jembatan Babarsari. Setelah sampai, anggota Mapagama dibantu oleh anggota Matalabiogama memulai menyiapkan dan memasang alat, seperti anchor, tali, dan lain sebagainya. Setelah terpasang, Mas Haki selaku perwakilan Mapagama mulai menjelaskan teknik dasar SRT dan hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan SRT. Setelah dijelaskan, latihan rutin Mapagama dimulai, anggota Mapagama dan Matalabiogama secara bergantian mencoba melakukan SRT.
Berkolaborasinya Mapagama dan Matalabiogama dalam latihan rutin sangat berguna karena di kedua belah pihak dapat sharing mengenai teknik SRT. Bergabungnya Matalabiogama dalam latihan rutin SRT Mapagama diharapkan dapat dilaksanakan lagi di lain waktu. Selain itu, seiring berkembangnya waktu, diharapkan tidak hanya belajar bareng mengenai SRT, namun dapat belajar bareng teknik-teknik kepencitaalaman lain seperti Rock Climbing, Gunung Hutan dan teknik-teknik lainya.
Kegiatan pelatihan SRT ini memiliki relevansi dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dengan menyediakan pelatihan mengenai keterampilan yang relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan. Kolaborasi yang dilakukan antara Matalabiogama dan Mapagama ini menunjukan dukungan yang besar terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 17 terkait dengan kerjasama kemitraan untuk mencapai tujuan. Kegiatan tersebut dapat menjadi jalan untuk kolaborasi-kolaborasi baik lainnya di masa yang akan datang.
[MATALABIOGAMA]



Yogyakarta, 13 Juni 2023 – Empat mahasiswa Biologi UGM yang tergabung dalam tim MBKM Penelitian di bawah bimbingan Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. melakukan kegiatan penelitian di Candi Prambanan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi, identifikasi, dan inventarisasi relief satwa yang tergambar pada panel Candi Prambanan. Penelitian etnozoologi ini dilakukan di Candi Prambanan karena beragamnya satwa yang tergambar pada relief Candi tersebut.





















































