Bagi mahasiswa Biologi terdampak COVID-19 dan masih di Kos Jogja mohon dapat mengisi formulir pendataan di tautan ini.
Di tengah kondisi yang mengharuskan setiap orang membatasi interaksi dengan orang lain, Departemen Pengembangan Keilmuan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Biologi mengadakan kegiatan Sosialiasi Mahasiswa Berprestasi Tahap 1 Fakultas Biologi 2020 secara online. Sosialisasi ini bertujuan guna untuk mempersiapkan calon-calon Mahasiswa Berprestasi dalam rangkaian Pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Kegiatan sosialisasi online ini diadakan secara online dengan platform grup Line untuk melakukan sharing pertanyaan dan diskusi bersama yang dimulai sejak pukul 13.00-15.30.
Pada kesempatan sosialisasi mahasiswa berprestasi online ini, menghadirkan narasumber dari Komunitas Mahasiswa Berprestasi Universitas Gadjah Mada yaitu Hibatul Ghazi Zulhasmi sebagai Mahasiswa Berprestasi Sarjana UGM 2019 dari Fakultas Teknik serta peraih Gold Medal The 5th International Young Inventors Awards (IYIA) 2018. Peserta Sosialisasi Online ini sejumlah 71 mahasiswa dengan rincian 53 mahasiswa angkatan 2018 dan 15 mahasiswa angkatan 2019 dan 2 orang perwakilan BEM Biologi UGM dan 1 Narasumber.
Acara Sosialisasi Mapres dilanjutkan dengan tanya jawab menggunakan kuisioner gform yang sebelumnya telah dibagikan, dan dijawab oleh narasumber dalam bentuk file pdf. Kegiatan sosialisasi Mapres tahap 1 ini kemudian diakhiri dengan harapan kegiatan tersebut dapat meningkatkan antusiasme mahasiswa Fakultas Biologi UGM menyongsong pemilihan Mapres Fakultas Biologi tahun 2020
Salam Berprestasi Menginspirasi !
*Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui IG : mapresbio
______________________________
Departemen Pengembangan Keilmuan
BEM Biologi UGM
Kabinet Selaras Juang
Minggu (5/4/2020) Keluarga Besar Fakultas Biologi UGM dan Keluarga Besar Kabiogama memberikan bantuan sumbangan Tahap I berupa sembako sejumlah 39 Paket dan Pulsa sebesar Rp200.000,00 kepada 47 mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdampak daurat COVID-19. Berdasarkan survey ketahanan yang telah dilakukan pada tanggal 29-31 Maret 2020.
Bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada mahasiswa oleh Dekan Fakultas Biologi UGM (Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc.) beserta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D.) dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerja Sama (Dr. Eko Agus Suyono M.App., Sc.).
Penyaluran bantuan sembako ini dilakukan secara drive thru di pintu utara Gedung B Fakultas Biologi, yang bekerja sama dengan BEM dan Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM. Penyaluran bantuan ini akan dilanjutkan di Tahap II pada minggu kedua April 2020. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Keluarga Besar Fakultas Biologi UGM dan Keluarga Besar Kabiogama yang telah menyampaikan bantuannya baik berupa dana maupun sembako, semoga manfaatnya membawa berkah” , pesan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc.
Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta membutuhkan banyak relawan untuk membantu memproses pengujian sampel pasien COVID-19. Memanggil Alumni Biologi, terutama Lab Genetika & Biologi Molekuler, yang terbiasa atau setidaknya akrab dengan metode PCR menjadi bagian dari hal baik tersebut.
Jika anda bersedia mengabdikan diri silakan mengisi formulir pada tautan berikut ini :
bit.ly/bantuansdmcovid-19 dan konfirmasi ke dr. Rita Anggraini, MKM via WA 081281171466
Saatnya kita melakukan sesuatu untuk bangsa ini…
Rabu, 11 Maret 2020 adalah hari bersejarah di Fakultas Biologi UGM karena fakultas ini menjadi tuan rumah kegiatan internasional yaitu Seminar dan Focus Group Discussion tentang Biodiversitas antara Indonesia dan Netherland. Kegiatan ini berlangsung di auditorium biologi tropika dan diikuti oleh sekitar 80 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan juga dari perwakilan peserta dari Netherland. Acara bergengsi ini dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selanjutnya Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, M.App. memberikan paparan dengan judul “Current Collaboration And Expected Output Of The Program”. Dalam paparannya Dr. Eko Agus Suyono, M.App. menjelaskan tentang kegiatan penelitian bersama apa saja yang berpotensi dapat dilakukan oleh kedua negara.
Melanjutkan paparan dari Wakil Dekan Fakultas Biologi, 2 orang dosen senior dari Fakultas Biologi UGM, yaitu Dr. Endang Semiarti, M.S., dari Lab. Kultur Jaringan Tumbuhan dan Dr. Bambang Retno Aji, M.S. dari lab. Struktur Perkembangan Hewan (SPH) berkesempatan mempresentasikan penelitian yang saat ini sedang berlangsung di lab masing-masing. Dr. Endang Semiarti, M.S., memaparkan tentang penelitiannya tentang anggrek, tentang pembudidayaan anggrek dan tentang penyilangan anggrek, dalam kesempatan tersebut beliau juga menayangkan video tentang proses perkawinan anggrek secara manual. Pemaparan kedua disampaikan oleh Dr. Bambang Retno Aji, M.S. dalam paparannya beliau menjelaskan tentang penggunaan ikan zebra (Danio rerio) sebagai hewan coba untuk berbagai penelitian, yaitu tentang percobaan obat baru, tentang penyakit, dan tentang pembuatan ikan zebra mutant untuk percobaan lab lainnya. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menayangkan video proses pemijahan ikan zebra (Danio rerio) di laboratorium SPH.
Sesi berikutnya dari seminar Biodiversity ini adalah Focus Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si, M.Si. FGD. Ada 3 pertanyaan utama yang dibahas dalam FGD ini yaitu 1). Apakah kita setuju bahwa kita perlu menghubungkan antara biodiversitas dengan masyarakat (melalui layanan ekosistem) untuk melestarikan keanekaragaman biologi? 2). Apa saja yang merupakan kunci utama untuk menghubungkan antara biodiversitas dengan masyarakat? 3). Bagaimana kita dapat memperkuat penelitian antara Indonesia – Belanda yang sejalan dengan pertanyaan kunci utama tersebut di atas?
Untuk menjawab 3 pertanyaan tersebut, peserta dibagi menjadi 4 kelompok untuk mendiskusikannya selama 60 menit. Kesimpulan dari FGD tersebut adalah: 1). Setuju, kita perlu mendidik masyarakat dari semua kelas dan menghubungkan antara komunitas yang satu dengan yang lain untuk menyadarkan mengenai pentingnya biodiversitas, kita juga dapat menggunakan sosial media dan menjelaskan lebih dalam mengenai potensi ekonomi dari biodiversitas jika kita terus melestarikannya 2). Biodiversitas tidak hanya mengenai tanaman, hewan dan ekologi namun juga tentang medis dan hal hal terkait lainnya. Untuk melakukan konservasi kita dapat melakukan langkah kecil dengan mengajak semua masyarakat ikut serta termasuk generasi muda 3). Kita dapat melakukan penelitian bersama terutama terkait penelitian mendasar, pelatihan bersama, pemberian beasiswa dan hibah penelitian.
Pertemuan setengah hari tersebut, dihadiri oleh banyak orang penting dari kedua negara seperti dari Naturalis Biodiversity Centre; Leiden University, Hortus Botanicus, IBL Plant Science, Instituut Biologie Leiden, University of Groningen, University of Amsterdam, Utrecht University, juga dari Royal Netherland Instituut. Perwakilan indonesia ada dari UGM, Wildlife Conservation Society, UI, Unpad, WWF Indonesia, IPB, Unhas makasar, UAD Jogja, UII, Sekolah vokasi UGM, UNS, UNY, UIN Raden Fatah Palembang, Perhimpunan Anggrek Indonesia, Kebun Raya Bali-LIPI dan dari beberapa instansi lainnya. Setelah acara Seminar dan FGD Biodiversitas di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi selesai, kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan siang bersama. (Anita Raharjeng)
Professor Purnomo, M.S dari Lab. Sistematika Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM berkolaborasi dengan Professor Paul J.A. Kessler dari Hortus Botanicus, IBL Plant Science, Instituut Biologie Leiden dan Professor Peter van Welzen, dari Naturalis Biodiversity center, IBL Herbarium, Instituut Biologie Leiden menjadi narasumber dalam kegiatan Mini Workshop Herbarium an Initial Step to Uncover Tropical Biodiversity. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari kamis, 12 Maret 2020 ini berlangsung di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM dari pagi hingga sore hari.
Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi, Professor Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. kemudian diikuti dengan kuliah dari para narasumber. Narasumber yang pertama tampil adalah Prof. Paul J.A. Kessler, beliau memaparkan kajian dengan judul “Past and Future Biodiversity Research in the Hortus Botanicus”. Dalam paparannya Prof. Paul menjelaskan banyak tentang sejarah berdirinya Hortus Botanical Garden, sebagai taman botani tertua di Belanda. Selain itu beliau juga menjelaskan bahwa taman botani ini berkembang pesat karena memfasilitasi semua kebutuhan masyarakat, ada wilayah taman yang digunakan untuk wisata, untuk penelitian dan untuk produksi. Hortus botanical garden juga memiliki banyak koleksi tanaman dari penjuru dunia baik dalam bentuk herbarium, dan awetan basah.
Narasumber kedua dalam acara mini worskhop ini adalah Prof. Peter van Welzen, beliau memaparkan kajian dengan judul “Biogeography in past, present and future”. Dalam kuliahnya beliau menjelaskan tentang proses pembentukan bumi dan bagaimana pola persebaran tanaman di seluruh tanaman. Beliau menayangkan animasi tentang pembentukan kepulauan di dunia dari jutaan tahun yang lalu hingga sekarang dan bagaimana pengaruhnya terhadap persebaran tanaman di dunia.
Narasumber terakhir adalah Prof. Purnomo, M.S. beliau menyajikan slide dengan judul “Meaning and Function of Herbarium”. Dalam penyajiannya beliau menjelaskan bahwa herbarium itu ada 2 jenis, yaitu herbarium yang fertil dan steril. Herbarium fertil adalah herbarium yang lengkap organnya yaitu meliputi akar, batang, daun, bunga, buah dan biji. Sedangkan herbarium steril adalah herbarium yang tidak memiliki organ bunga. Jika organ tanamannya tidak lengkap maka kita dapat menyebutnya sebagai spesimen, bukan herbarium.
Setelah pemaparan teori usai, maka kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan herbarium. Dalam pembuatan herbarium ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan jika ingin herbariumnya bagus dan tahan lama. Setelah seluruh peserta selesai membuat herbarium, maka seluruh peserta dipersilahkan untuk berfoto dengan herbarium buatannya masing-masing.
Dalam workshop yang diikuti oleh 53 peserta ini, hadir pula Ketua Senat Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Suwarno Hadi Susanto, S.U., para Wakil Dekan Fakultas Biologi, Kepala Departemen Biologi Tropika, Dr. Endang Semiarti, M.S., Sekretaris Departemen Biologi Tropika, Dr. Slamet Widianto, M.Kes., dan sekitar 20 dosen Fakultas Biologi UGM serta tamu dari Fakultas Kehutanan UGM. Registrasi kegiatan mini workshop ini telah dibuka untuk umum sejak satu bulan sebelum kegiatan digelar. Dari yang awalnya peserta dibatasi hanya 40 orang, akhirnya melebihi target menjadi 53 orang karena antusiasme yang tinggi. Peserta datang tidak hanya dari wilayah DIY tapi juga dari kota kota sekitarnya, misalnya Solo dan Semarang, demikian menurut ketua pelaksana kegiatan ini Bapak Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si. (Anita Raharjeng)
Prof. Dr. Ir. Peter van Bodegom, seorang profesor dari environmental biology, Leiden University berkesempatan menjadi dosen tamu dalam Guest Lecture berjudul “Biodiversity from Space”. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, M.App. Dalam presentasinya Prof Peter menyampaikan bahwa Biodiversitas tidak terjadi secara acak, biodiversitas tertata rapi dengan urutan pada bagian equator jumlah biodiversitas tertinggi dan menjadi semakin rendah ketika menjauhi equator atau mendekati kutub. Dijelaskan juga mengenai Spesies Diversity dan Functional Diversity; Species Diversity adalah jumlah spesies yang ditemukan di suatu lokasi atau di suatu daerah. Sedangkan Functional Diversity adalah keanekaragaman dalam proses biologi dan kimia dalam fungsi sebagai alur energi dan siklus materi yang biasanya tampak melalui karakteristik spesies.
Acara yang dilaksanakan pada hari kamis, 12 Maret 2020 di Ruang kelas 1, Gedung B Fakultas Biologi UGM tersebut dipenuhi oleh mahasiswa S1, S2 dan S3, yang kebanyakan dari konsentrasi Ekologi. Kegiatan kuliah tamu ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilaksanakan oleh UGM dan Universitas Leiden di Belanda. Turut hadir dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. Ph.D. dari Lab Ekologi, bersama beberapa dosen dari yang sama. Terjadi diskusi yang menarik dari Prof Peter dan mahasiswa Biologi dalam pertemuan tersebut, yaitu antara lain mengenai penggunaan IT untuk melihat keragaman biodiversitas dari satelit, kemampuan kita untuk menggunakan keilmuan biologi dengan keilmuan sistem informasi itu penting sehingga dapat menghasilkan data yang akurat, real time, dan dapat berupa time series.
Kesimpulan dari kuliah tamu ini adalah semua data dinamika biodiversitas yang diperoleh dari kegiatan remote sensing dan kegiatan dengan GIS lainnya tidak akan ada maknanya jika tidak diikuti dengan pemahaman kita tentang biodiversitas dan adanya alat untuk memonitoring hal hal sebagai berikut, misalnya; mengenai apakah perkebunan sawit berpengaruh terhadap tingginya biodiversitas atau malah sebaliknya? Seberapa cepat perubahan kondisi biodiversitas terjadi dan dimana lokasinya? Selain itu juga untuk menjadi alat proteksi untuk melakukan daerah yang memiliki biodiversitas yang tinggi.
Dalam salah satu rangkaian kegiatan sosialisasi beasiswa Erasmus plus ke UGM, Assoc. Prof. Dr. Jūratė Žaltauskaitė seorang dosen senior dari departemen Environmental Science, Vytautas Magnus University, Lithuania, berkenan hadir dan menjadi dosen tamu selama 2 hari di Fakultas Biologi UGM. Kuliah tamu yang diadakan sejak hari senin, 9 Maret hingga 10 Maret 2020 bertemakan tentang lingkungan. Kuliah tamu perdana pada hari senin dilaksanakan di Auditorium Biologi Tropika, berjudul Introduction to VMU and Environment Research kuliah tamu ini dihadiri oleh banyak mahasiswa dari jenjang S1, S2 dan S3. Dalam kuliah tamunya, Jūratė banyak bercerita dan berbagi pengalaman tentang cara mendapatkan beasiswa Erasmus plus dan kuliah di VMU Lithuania. Pertanyaan mahasiswa adalah seputar kuliah di negara Lithuania dan jurusan jurusan yang dapat dimasuki oleh seorang lulusan S1 Biologi dan S2 Biologi. Untuk mahasiswa S3 mereka lebih banyak bertanya kemungkinan join research dan sandwich program.
Kuliah tamu pada hari Selasa 10 Maret 2020 dilakukan 2 sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dilaksanakan di auditorium biologi tropika, dengan judul “Climate change observations in higher latitudes and effects on plants”. Dalam kesempatan tersebut, hadir kaprodi S2 Biologi, Dr. Diah Rachmawati, M.Si dan beberapa dosen lainnya. Sekitar 50 mahasiswa dari S1, S2 dan S3 ikut serta menghadiri acara tersebut. Dalam presentasinya Jūratė menyebutkan bahwa kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan di muka bumi ini sangat ditentukan oleh iklim, alasannya adalah adanya data mengenai adanya fenomena fenologi pada beberapa tanaman dan hewan yang menunjukkan adanya bukti nyata bahwa ekosistem memberikan respon nyata terhadap perubahan iklim. Mahasiswa cukup aktif dan antusias dalam mengikuti diskusi dalam kuliah tamu ini, beberapa pertanyaan yang dapat dirangkum adalah sebagai berikut; yaitu seorang mahasiswa bertanya bagaimana peran universitas dan karya nyata universitas untuk dapat berkolaborasi dengan masyarakat mengenai perubahan iklim ini? Jūratė menjawab bahwa universitas dapat membuat mini workshop atau seminar mengenai kondisi terkini bumi dan perlunya masyarakat untuk mempersiapkan diri. Kita perlu menghindari penggunaan pupuk dan pestisida terlalu banyak untuk meminimalisir dampak perubahan iklim global.
Kuliah tamu pada sesi kedua berjudul “Effect of total cadmium and lead concentrations in soil on the growth, reproduction and survival of earthworm Eisenia fetida” dilaksanakan pada siang hari jam 1 siang di Gedung B, lantai 1 ruang 1. Dalam kuliahnya, Jūratė menyebutkan bahwa cacing merupakan spesies kunci utama yang menentukan biomasa tanah, sehingga cacing tanah sangatlah penting dalam rantai makanan tanah. Sebagai agen bioremidiasi, produksi coccon cacing tanah sangatlah penting terkait dengan kandungan logam berat yang ada di tanah, karena logam berat tersebut akan mempengaruhi kematangan seksual pada cacing, jumlah telur dan berat badan cacing. Jika cacing terpapar logam berat selama 28 hari, maka masa recovery dari cacing tersebut adalah 28 hari juga, meskipun begitu cacing tidak dapat menghilangkan seluruh logam berat yang sudah masuk dalam dirinya. Kesimpulan dari kuliah tamu ini adalah bahwa kita harus bijaksana dalam menggunakan antibakteri dan antifungi, sehingga tidak akan mengganggu dan merusak keseimbangan alam.
Dosen Fakultas Biologi UGM yaitu Prof. Dr. Purnomo dan Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. pada tanggal 9 Maret 2020 diundang oleh Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pembicara pada Temu Ilmiah Rutin 2020.
Prof. Dr. Purnomo memaparkan materi mengenai “Paleo-Etnobotani dalam Riset Arkeologi”. Beliau mengulas tentang hubungan Paleo-Etnobotani dan riset Arkeologi yang sedang dilakukan di Balai Arkeologi DIY dengan bukti-bukti kajian botanis yang digunakan dalam kajian arkeologis. Bukti fosil yang dapat diamati meliputi untuk kajian tersebut antara lain kayu, pollen, spora, buah, biji, dan fitolith dari daun dan lain-lain. Dari kegiatan manusia jaman dahulu juga dapat dimanfaatkan untuk analisis bukti fosil tanaman budidaya, coprolite (faecal), analisis lambung, tulang, gigi, demikian pula artefak atau relief dari pahatan manusia pada dinding candi dan pemukiman goa pada jaman dahulu. Buku-buku kunopun dapat menjadi sumber inormasi dalam identifikasi tetumbuhan. Melalui bukti-bukti tersebut di atas, maka rekonstruksi vegetasi jaman lampau dapat dilakukan dengan riset yang seksama. Berdasarkan pada identifikasi flora saat ini, fisik dan kimia tanah, serta fosil tumbuhan alam dan budidaya, maka semua akan memperjelas sejarah vegetasi masa lampau. Pada fosil tumbuhan, diskusi dilakukan terfokus berkisar pada bukti polen dan fitolith.
Sementara Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. membahas “DNA barcode untuk identifikasi spesies”. Metode DNA barcode berbasis Teknik PCR adalah suatu kajian molekuler pada suatu fragmen DNA pendek dari suatu target gen yang telah ditentukan sebagai barcode, contohnya yaitu gen mitokondria COI pada hewan dan beberapa gen kloroplas (MatK dan Rbcl) pada tumbuhan. Metode DNA barcode merupakan metode cepat untuk identifikasi suatu spesies terutama pada spesies-spesies kompleks. Namun demikian kajian morfologis dan anatomis tetap tidak boleh diabaikan dalam identifikasi suatu spesies, sehingga saat ini integrasi dan sinergi antara kajian morfologis-anatomis dan molekuler merupakan hal yang seharusnya dilakukan dalam identifikasi suatu spesies. Berkaitan dengan kegiatan penelitian arkeologi terutama pada identifikasi hewan fosil dengan tulang atau gigi sebagian besar masih dalam kajian karena DNA pada matriks tulang sangat resistan terhadap perubahan lingkungan apalagi yang sudah berumur lebih dari ribuan tahun bahkan yang sudah menjadi fosil.





















