Arsip:
SDG 5 : Kesetaraan Gender
Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Fakultas Biologi UGM telah menyelenggarakan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru Kristen (PMBK) 2025 pada Senin, 25 Agustus 2025. Pada tahun ini, Acara PMBK 2025 membawakan tema “Rooted and Growing Together in Christ”, yang berdasarkan pada ayat alkitab Kolose 2:7 (TB). Acara ini menjadi wadah bagi mahasiswa baru Kristen untuk saling mengenal, menjalin hubungan, dan mendapatkan dukungan dalam memasuki dunia perkuliahan, khususnya di Fakultas Biologi UGM. Acara berlangsung dengan dipenuhi suasana sukacita dan kekeluargaan, serta dihadiri oleh Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. selaku Dosen Pembina Persekutuan Mahasiswa Kristen Fakultas Biologi dan Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. selaku dosen Kristen Fakultas Biologi. Kehadiran kedua dosen ini memberikan semangat serta dorongan moral bagi para mahasiswa baru untuk menyeimbangkan prestasi akademik dan pertumbuhan spiritual.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 25 Agustus 2025 pukul 16.00
hingga 18.30, di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Panitia terlebih dahulu mempersiapkan terlebih dahulu acara secara keseluruhan dari pukul 15.00, dan dilakukan open gate mulai pukul 16.00. Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. selaku Dosen Pembina Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) Fakultas Biologi UGM, serta oleh Grace River Theofilia P.S selaku Ketua PMK Biologi UGM. Selanjutnya, dilakukan doa pembuka dan menyanyikan lagu-lagu pujian. Setelah melaksanakan doa pembuka dan menyanyikan lagu-lagu pujian, dilaksanakan sesi pengenalan PMK beserta perkenalan mahasiswa Kristen angkatan 2025 dengan yang lainnya. Sesi selanjutnya adalah sesi Ice breaking. Di sesi ini, Mahasiswa baru Kristen 2025 diajak untuk mengenal lebih dalam lagi teman-teman serta kakak-kakak dalam cara yang menarik dan menyenangkan. Setelah sesi Ice breaking, dilaksanakan sesi sharing bersama. Kegiatan penerimaan akhirnya ditutup dengan doa penutup, dan sesi potluck / makan bersama. Melalui pelaksanaan-nya kegiatan ini, diharapkan Mahasiswa Kristen Fakultas Biologi Angkatan 2025 dapat memperkuat iman Kristiani-nya, serta menjalin persaudaraan dengan satu sama lain lebih erat lagi. [Penulis: Nelson Joseph Dharmawan]
Alhamdulillah Hirobbil ‘Alamin, Musyawarah Tengah Tahun (MTT) Kabinet Arka Arunika telah terselenggara dengan sukses pada hari Ahad, 31 Agustus 2025. Kegiatan MTT turut dihadiri oleh pihak internal JMMB yang mencakup ketua dan wakil JMMB, anggota bidang, anggota biro, majelis syuro, serta mengundang Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech. sebagai pembina JMMB. Musyawarah ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting karena menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Walau begitu kegiatan tetap berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias dari para peserta.
MTT menjadi salah satu kegiatan penting bagi JMMB karena dilakukan sebagai bentuk monitoring JMMB pada pertengahan periode kepengurusan. Pada forum ini seluruh anggota diajak untuk meninjau kembali perjalanan kepengurusan selama setengah periode. Hal-hal yang dikaji mencakup capaian program kerja, tantangan yang ditemui, hingga nilai-nilai yang dapat ditingkatkan. Melalui forum ini, diharapkan JMMB dapat melanjutkan masa kepengurusan dengan lebih terarah dan terstruktur. Selain itu masing-masing anggota juga mampu memberikan solusi terhadap tantangan dakwah yang mungkin dihadapi.
Rangkaian acara MTT diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Nadiya Rahma Ihsan sebagai MC. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan pelaksanaan program kerja serta tanya jawab dari setiap bidang, biro, serta majelis syuro. Sesi ini menjadi kegiatan inti dalam menyampaikan capaian kinerja selama setengah periode, tantangan yang dihadapi, serta solusi dan rekomendasi yang dapat membekali perjalanan pada setengah periode selanjutnya. Pemaparan program kerja dimulai dari Badan Pengurus Pusat (BPP), dilanjutkan oleh Bidang Syiar dan Pelayanan Umat (BiSPU), Bidang Humas dan Media (BHM), Bidang Kemandirian Finansial (BKF), Biro Kaderisasi dan Psikologis Organisasi (BKPO), dan diakhiri oleh Majelis Syuro.
Diskusi berjalan dengan dinamis dan kolaboratif menunjukkan
semangat serta komitmen tiap anggota dalam memperbaiki serta memperkuat kepengurusan. Banyak gagasan, kritik, serta solusi yang membangun sebagai bekal dalam melanjutkan perjalanan berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan penutupan serta dokumentasi peserta. MTT tidak hanya menjadi ruang evaluasi dan saling berdiskusi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa setiap perjalanan yang akan dilalui selalu dilakukan bersama-sama dengan saling bahu- membahu, berkolaborasi, serta berkomitmen kuat untuk menjadi lebih baik. [Penulis: JMMB]
Pada hari Minggu, 10 Agustus 2025 pukul 07.00 – 13.45 WIB telah dilaksanakan acara Biology Festival 2025 di Fakultas Biologi UGM. Biology Festival ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Biologi UGM sebagai sarana untuk memperkenalkan kelompok studi dan lembaga yang ada di Fakultas Biologi UGM, kepada mahasiswa baru angkatan 2025. Biology Festival pada tahun 2025 ini mengangkat tema “Petala Bumi Terbuka, Menyibak Warna-Warni Kehidupan Lewat Jejak Sang Petualang”. Tema ini mengajak mahasiswa baru untuk mengeksplorasi kekayaan hayati Nusantara melalui pendekatan petualangan ilmiah yang inspiratif. Acara ini dihadiri oleh Bapak Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM, perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM, serta 149 mahasiswa baru Fakultas Biologi UGM.
Biology Festival 2025 diawali dengan sesi indoor, yang dilaksanakan dalam Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Sesi indoor dimulai dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Muhammad Husein Chesta Adabi dan Rachel Aleya Andriana, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, seta Mars Fakultas Biologi UGM oleh Biotimbre, juga terdapat penampilan tari tradisional. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai rangkaian sambutan dari Fajar Ayu Febriani Mifakhul Jannah selaku Ketua Pelaksana Biology Festival 2025, Muhammad Haidar Ali selaku Ketua BEM Fakultas Biologi UGM, juga sambutan dan simbolisasi oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Selesai pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi yang dilakukan oleh setiap perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM untuk memperkenalkan nama, visi dan misi, serta kegiatan rutin atau program kerja yang dilakukan kepada mahasiswa baru. Rangkaian presentasi secara berurutan dilakukan oleh Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi (JMMB), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), Kelompok Studi Entomologi (KSE), Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT), Biology Orchid Study Club (BiOSC), Kelompok Studi Herpetologi (KSH), Mahasiswa Pecinta Alam Biologi UGM (Matalabiogama), Kelompok Studi Kelautan (KSK), Formasigen, Senat Mahasiswa (SEMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Biology’s Euphoria in Science and Art (Biosphere), dan Gen Kreativ. Kemudian, sesi indoor diakhiri dengan penyampaian pesan dan kesan oleh beberapa mahasiswa baru.
Selanjutnya, mahasiswa baru dibagi menjadi kelompok yang kemudian ditemani oleh pemandu untuk melanjutkan sesi outdoor acara di halaman parkiran Fakultas Biologi UGM. Pada sesi outdoor ini, dilaksanakan penampilan kolaboratif berupa drama yang diperankan oleh mahasiswa perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM. Kemudian, setiap kelompok dipandu untuk melakukan pengunjungan pada setiap stand outdoor Kelompok Studi dan Lembaga secara bergantian. Pada sesi outdoor, terdapat juga stand Pengembangan Potensi Mahasiswa (PPM), Beasiswa Expo dari Adkesma, serta Biology’s Euphoria in Science and Art (Biosphere). Mahasiswa baru juga diberi free time untuk mengunjungi stand yang diinginkan secara bebas agar dapat mengetahui lebih lanjut mengenai Kelompok Studi dan/atau Lembaga yang menarik perhatian. Selain itu, sesi outdoor ini memberi kesempatan bagi perwakilan dari Kelompok Studi dan Lembaga untuk menunjukkan bakat musiknya dengan melakukan penampilan di Music Corner.
Sesi outdoor acara ini diakhiri dengan pengumuman pemenang juara 1 dan 2 dalam kategori “Kelompok Ter-Aktif” dan “Kelompok Studi/Lembaga Ter-Favorit”. Juara 1 dan 2 dalam kategori “Kelompok Ter-Aktif” diperoleh kelompok Lizard dan Bee, serta juara 1 dan 2 dalam kategori “Stand Kelompok Studi/Lembaga Ter-Favorit” diperoleh Kelompok Studi/Lembaga Adkesma dan Kelompok Studi Herpetologi (KSH). Setelah pengumuman pemenang, acara ditutup oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan oleh persembahan serta penampilan oleh Syrinx. [Penulis: BEM]
Pada tanggal 21-22 Juni, Kelompok Studi Herpetologi UGM telah melaksanakan acara Upgrading Anggota Muda 2 yang berlangsung di Camp Joyo, Pentingsari, Sleman. Acara dihadiri oleh 17 anggota aktif KSH yang terdiri dari Anggota Muda dan Dewan Senior. Dalam acara ini, Anggota Muda bersama dengan Dewan Senior KSH berkesempatan untuk melakukan kegiatan bersama dengan tujuan memperoleh & meningkatkan ilmu serta skill terkait herpetofauna sekaligus mempererat hubungan antara Anggota Muda & Dewan Senior KSH. Kegiatan yang dilakukan meliputi belajar mengidentifikasi herpetofauna, sampling bersama, bebakaran, & belajar lebih dalam mengenai Divisi Keilmuan dalam KSH.
A
cara pada hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Dewan Senior, diikuti dengan pematerian mengenai identifikasi herpetofauna dan kuis yang dikerjakan secara berkelompok. Setelahnya dilakukan sesi presentasi terkait hasil identifikasi herpetofauna. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan sampling dan identifikasi bersama di area Camp Joyo. Hari pertama ditutup dengan sesi sharing & bebakaran. Acara dilanjutkan pada pagi hari dengan sesi pengenalan Divisi Keilmuan yang ada di KSH, yaitu Divisi Amphibia, Testudinata, Crocodylia, Serpentes, dan Lacertilia. Acara Upgrading Anggota Muda 2 diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
Acara ini diharapkan dapat menjadi media praktik bagi anggota dalam pemahamannya terkait sampling dan identifikasi Herpetofauna yang menjadi salah satu hal utama dalam KSH. Dengan adanya pengenalan terhadap Divisi Keilmuan di KSH juga diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kesiapan Anggota Muda dalam proses dan dinamika Kelompok Studi Herpetologi kedepannya. [Penulis: KSH]
Sebagai kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, yaitu pelatihan budidaya tanaman sayuran dan TOGA dalam polybag, pada hari Senin, tanggal 28 Juli 2025 Tim kembali berkunjung ke Dusun Geger dengan tujuan untuk memantau perkembangan tanaman hasil budidaya warga. Pada kesempatan ini Tim yang diketuai oleh Ibu Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. hadir bersama dengan tujuh mahasiswa/mahasiswi yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM, yang terdiri atas: Alfiana Fatonah, Felisitas Meli Podhi, Papuani Samparisna Rumansara, Radinal Kautsar, Rony Afif Hidayat, Sais Sularsah, dan Zahrotin Soleha.
Berdasarkan laporan warga melalui grup WhatsApp “Guyub Warga Geger & Greenfinity”, kebun/warung hidup yang sudah mereka rawat sedemikian rupa mengalami kerusakan akibat invasi ayam dan pohon yang tumbang. Kondisi lahan yang rusak telah diperbaiki secara swadaya berdasarkan arahan Bapak Kepala Dusun dibantu oleh para pemuda karang taruna setempat dengan pemasangan pagar dan atap menggunakan jaring paranet untuk mengamankan dari serbuan ayam yang berkeliaran sekaligus mengurangi terik matahari, air hujan, serta dedaunan dan ranting pohoon di sekitarnya. Oleh karena itu, kunjungan kali dilaksanakan dengan tujuan untuk pemeriksaan dan pemulihan lahan serta penyemaian bibit tanaman baru. Selain itu dilakukan juga pelatihan budidaya microgreen sebagai salah satu cara cepat penyediaan sumber gizi nabati untuk keluarga.
Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan pendataan kehadiran peserta dan sambutan pembukaan oleh Ibu Dr. Laksmindra. Setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi dan diskusi terkait perawatan tanaman dan kondisi lahan setelah terjadi kerusakan. Hadirin kemudian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan RT untuk mengikuti acara sesi pertama yaitu penyemaian benih sayuran berupa kangkung, bayam, cabai, dan tomat menggunakan dua variasi media yaitu rockwool dan media tanam konvensional, dipandu oleh para mahasiwa KMP. Setelah itu dilanjutkan pelatihan pembuatan microgreen dengan bahan kacang kedelai, kacang koro, dan kacang hijau. Semua peserta tampak aktif dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Acara sesi kedua adalah kerja bakti pemulihan lahan yang rusak di belakang Balai Dusun Geger secara gotong royong oleh para peserta dan Tim. Aktivitas ini menjadi simbol kuat dari sinergi antara akademisi dan warga setempat dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Acara sesi ketiga adalah sosialisasi rencana program kerja KMP di bidang pengabdian kepada masyarakat yang disampaikan oleh Felisitas Meli Podhi. Berdasarkan hasil survei sebelumnya, KMP mengagendakan untuk melengkapi koleksi buku untuk perpustakaan anak-anak yang terdapat di Balai Dusun Geger melalui program donasi buku. Hal ini karena koleksi buku yang tersedia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan usia anak-anak, padahal minat mereka terhadap ruang baca sangat tinggi. Selain itu KMP juga merencanakan program edukasi mengenai pengenalan tanaman obat dan tanaman penahan air bagi anak-anak Sekolah Dasar. Pengenalan jenis-jenis tanaman obat dan manfaatnya bagi anak-anak dapat membantu mereka belajar mengenai kekayaan alam hayati secara menyenangkan, mudah diingat, dan dapat dipraktikkan sendiri di rumah mulai dari menanam, merawat, dan mengambil manfaatnya dengan didampingi oleh orang tua atau keluarga. Di sisi lain, letak geografis Dusun Geger berada di dataran tinggi (punggung) bagian Selatan Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini merupakan daerah tangkapan air yang penting untuk memenuhi kebutuhan air di wilayah tersebut. Penanaman jenis-jenis vegetasi penahan air yang tepat akan menjaga stabilitas tanah, mencegah erosi dan pencucian yang berlebihan, serta membantu konservasi air. Dengan adanya edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini dan memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah Dusun Geger.
Sebagai bentuk kenang-kenangan sekaligus upaya keberlanjutan, Tim memberikan beberapa jenis tanaman obat dan bibit sayuran sekaligus informasi ringkas dalam bentuk poster terkait manfaat dari tanaman-tanaman tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan warga. Tim berharap warga dapat melanjutkan merawat tanaman-tanaman tersebut dengan baik, yang kelak dapat dibudidayakan, dikembangbiakkan, dan dimanfaatkan lebih lanjut.
Dalam sesi penutup, Kepala Dusun Geger, Bapak Muhammad Nandar Wicaksono, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan kontribusi para mahasiswa KMP serta dosen Fakultas Biologi UGM. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Geger dan berharap kolaborasi semacam ini dapat terus terjalin dengan baik di masa depan.
Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu: SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being), SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), SDG 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality), SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak (Clean Water and Sanitation), SDG 15: Ekosistem Daratan (Life on Land), SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).
Yogyakarta, 26 Agustus 2025 – Setiap keterbatasan selalu menyimpan ruang untuk meraih mimpi. Hal itu dibuktikan oleh Anis Rahmatillah, S.Si., mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang meskipun menghadapi tantangan fisik tetap berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih gelar Sarjana Biologi predikat (IPK 3,53).
Melalui skripsinya berjudul “Respons Anatomis dan Analisis Histokimia Batang Tembakau (Nicotiana tabacum L. ‘Manilo’) dengan Penambahan Pupuk Nitrogen pada Cekaman Kekeringan”, di bawah bimbingan Ibu Dr. Dra. Maryani, M.Sc., dan didanai dari hibah Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa (KDM) Ibu Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., Anis meneliti mekanisme adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan. Penelitian ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 2: Tanpa Kelaparan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pemahaman tentang pertanian berkelanjutan di tengah krisis iklim global.
Tidak hanya berprestasi di bidang akademik, Anis juga aktif sebagai asisten praktikum pada mata kuliah Biologi Umum, Struktur dan Perkembangan Tumbuhan, serta >Anatomi Tumbuhan. Selain itu, ia turut berkiprah dalam Kelompok Studi Arsitektur Taman. Dedikasi tersebut mencerminkan komitmennya terhadap SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, dengan berperan memperkuat kualitas pembelajaran dan transfer ilmu di lingkungan akademik.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan apresiasi:
“Keberhasilan Anis Rahmatillah adalah pelajaran berharga bagi kita semua, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang, melainkan batu loncatan menuju pencapaian. Anis adalah wujud nyata bahwa dengan tekad, dedikasi, dan keyakinan, tidak ada mimpi yang mustahil diraih.”
Lebih jauh, kisah perjuangan Anis membuktikan bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu membuka ruang yang sama bagi semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
Kisah inspiratifnya menegaskan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan lingkungan akademik yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung tercapainya SDGs 4: Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10: Mengurangi Kesenjangan.
Semoga langkah Anis menjadi suluh bagi generasi muda, bahwa kekuatan sejati tidak lahir dari kesempurnaan, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah—mengubah keterbatasan menjadi kekuatan, dan menebarkan inspirasi demi masa depan yang lebih baik.
Dalam upaya mengembangkan potensi Kampung Satwa sebagai destinasi edu-ekowisata telah dilakukan kegiatan kemitraan berupa digitalisasi koleksi fauna pada tahun 2024, disusul digitalisasi koleksi flora pada tahun 2025 ini. Di sisi lain, kontribusi Kelompok Wanita Tani (KWT) sangat penting dalam rangka mendukung Upaya tersebut. Oleh karena itu pada Hari Sabtu, tanggal 12 Juli 2025 diselenggarakan kegiatan pembelajaran bagi KWT Kampung Satwa yang bertajuk Ngangsu Kawruh. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat dalam skema Hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Desa Mitra Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Tahun Anggaran 2025.
Artikel terkait:
Koordinasi Awal Tim Hibah Desa Mitra Fakultas Biologi UGM dalam Rangka Pengembangan Edu-Ekowisata dan Pemberdayaan Masyarakat di Kampung Satwa, Moyudan, Sleman, DIY
Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kampung Satwa dalam Rangka Mendukung Kegiatan Edu-Ekowisata
Kegiatan ini merupakan aktivitas edukatif dan interaktif yang dikemas secara menarik dengan cara mengunjugi dua lokasi yang menjadi rujukan pembelajaran agroekologi dan pertanian terpadu (integrated farming), yaitu: Stasiun Penelitian Biodiversitas I Fakultas Biologi UGM yang berada di Sawitsari, Condongcatur, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta dan Yoso Farm Homestead yang beralamat di Karang Kulon, Bero, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan KWT mendapat inspirasi untuk pengembangan lahan di Kampung Satwa.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM Skema Hibah Desa Mitra, yaitu: Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc., Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si. Kegiatan melibatkan sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM, yakni: Felisitas Meli Podhi, Rony Afif Hidayat, Sekar Rahayu, Zenith Caitra Ardhenareshvari, dan Bima Kurniawan. Selain itu, kegiatan dihadiri oleh Tim Mitra dari UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq (KHAS) Jember, yakni: Dr. Husni Mubarok, S.Pd., M.Si. dan M. Ilzamul Haqqi, A.Md. dalam rangka studi banding terkait integrated farming dan teknik budidaya tanaman sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk diterapkan di lingkungan UIN KHAS Jember.
Rombongan memulai perjalanan dari Kampung Satwa menuju lokasi pertama di Sawitsari. Setibanya di sana, para peserta disambut oleh praktisi lapangan sekaligus pengelola kebun penelitian yaitu Bapak Yusuf Sukri Sulaiman yang akrab disapa Pak Sule. Dalam sesi ini peserta mendapat pembelajaran mendalam mengenai teknik budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot) dan lahan sempit, seperti kelengkeng, belimbing, dan mangga. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis, mencakup cara memilih media tanam yang tepat, teknik pemupukan, serta strategi perawatan tanaman agar mampu menghasilkan buah dengan produktivitas tinggi dan nilai ekonomi yang optimal. Ilmu ini sangat penting untuk mendukung peran KWT sebagai penggerak ketahanan pangan keluarga sekaligus pelaku wisata edukatif di lingkungannya.
Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Yoso Farm, sebuah kawasan rumah tinggal di Klaten yang disulap menjadi ruang praktik hidup mandiri melalui sistem pertanian terpadu. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh pasutri pemilik Yoso Farm: Bapak Sri Widodo dan Ibu Nurul Fitri Hidayati. Mereka memperkenalkan filosofi hidup homestead yang dijalankan di rumahnya, yaitu menjadikan rumah sebagai pusat kemandirian pangan dan energi dengan prinsip “3M: Mudah, Murah, Melimpah”. Dengan semboyan“Lestari Nganggo Ati” (melestarikan dengan hati), Yoso Farm mengembangkan program “Ketapang Kencana” (Ketahanan Pangan Keluarga Terencana) yang berorientasi pada self-reliance dan sustainable life, dengan tujuan akhir terciptanya manusia yang sejahtera dan lingkungan yang lestari. Di lokasi ini, para peserta tidak hanya menyaksikan namun juga belajar langsung mengenai praktik integrated farming dan zero waste di lahan sempit (5×12 meter persegi), antara lain: pembuatan kandang ayam KASTARI (Kandang Ayam Lestari) untuk beternak ayam Elba yang dikenal aktif bertelur, sistem budidaya lele skala rumah tangga zero waste, budidaya larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan lele dan ayam, serta penguraian/daur ulang sisa makanan dan limbah organik rumah tangga, dan pertanian organik. Kebun organik ditanami berbagai jenis tanaman sayuran, buah-buahan, dan rempah-rempah untuk keperluan sehari-hari yang ditanam secara vertikal dan horizontal, menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah hambatan untuk berkebun. Tak kalah penting, peserta juga belajar teknik pembuatan pupuk kompos dari guguran daun dan limbah penyiangan kebun serta pengelolaan air hujan yang sederhana namun efektif sebagai sumber air bersih yang dapat dikonsumsi secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan ini Tim Fakultas Biologi UGM memberikan cendera mata kepada Yoso Farm berupa plakat yang diserahkan oleh Prof. Ratna dan bibit kelengkeng dari Sawitsari yang diserahkan oleh Dr. Rury. Sementara itu pihak Kampung Satwa yang diwakili oleh Ibu RT memberikan oleh-oleh berupa aneka keripik hasil kreasi salah satu warga Kampung Satwa yaitu Ibu Zukhanah. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses transformasi pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh KWT Kampung Satwa untuk mewujudkan kawasan edu-ekowisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat dalam filosofi, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan di lingkungan mereka. Kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, praktisi, dan masyarakat ini diharapkan menjadi contoh konkret sinergi lintas sektor dalam membangun desa wisata berbasis pemberdayaan lokal. Kegiatan ini selaras dengan beberapa tujuan SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu: SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals).

Ketika Ruvarashe Rambwawasvika—akrab disapa “Ruru”—tiba di Yogyakarta pada akhir Oktober tahun lalu, ia membawa bukan hanya koper, tetapi juga segudang pengalaman dan visi yang jelas untuk masa depannya. Mahasiswi magister berusia 26 tahun asal Zimbabwe ini kini memulai perjalanan akademiknya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan dukungan beasiswa bergengsi Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Landasan Ilmiah yang Kuat
Ruru meraih gelar Sarjana Biologi dari University of Zimbabwe, kemudian bekerja sebagai Biosafety Officer di National Biotechnology Authority of Zimbabwe selama hampir dua tahun. Pengalaman tersebut memperkuat komitmennya dalam menjaga kesehatan masyarakat dan memantapkan niatnya untuk memperdalam keahlian.
Beasiswa KNB yang diterimanya mencakup biaya kuliah dan biaya hidup, serta mewajibkan masa persiapan bahasa dan budaya Indonesia. Sebelum memulai program magisternya, Ruru mengikuti orientasi yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya, termasuk pendampingan oleh penutur asli bahasa Indonesia untuk membantu beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari—mulai dari berbelanja hingga memahami istilah-istilah umum.
Memilih UGM
Keputusan Ruru untuk melanjutkan studi di UGM didasari riset dan rekomendasi. “Saya mempertimbangkan universitas lain di Indonesia melalui teman dan media sosial,” ujarnya, “tetapi departemen Biologi UGM memiliki reputasi yang kuat.” Saran dari teman-temannya tentang suasana Indonesia yang damai dan lingkungan akademik yang mendukung turut menguatkan pilihannya.
Beradaptasi dengan Lingkungan Baru
Berpindah dari negara dengan empat musim ke iklim tropis yang hangat tentu membutuhkan penyesuaian, namun Ruru menyambutnya dengan baik. Ia memuji keramahan masyarakat lokal dan kesediaan mereka untuk membantu.
Bahasa menjadi tantangan tersendiri—perkuliahan sebagian besar menggunakan Bahasa Indonesia—namun dosen memberikan fleksibilitas untuk menulis tugas dan ujian dalam bahasa Inggris. Proses pembelajaran bahasa yang bertahap juga mempermudah adaptasinya.
Kehidupan Sehari-hari dan Kuliner
Makanan menjadi sumber kenyamanan sekaligus petualangan. Di negaranya, makanan pokok adalah fufu (sadza) berbahan dasar jagung putih. Meskipun sulit dan mahal diperoleh di Yogyakarta, ia kadang mendapat kiriman dari kontak di Malang. Ruru senang memasak bersama teman sekamarnya yang berasal dari Malawi, namun juga menikmati makan siang di kampus dan hidangan Indonesia seperti nasi goreng. Rasa manis dalam beberapa masakan yang awalnya asing kini sudah ia sukai.
Minat di Bidang Parasitologi
Ketertarikan akademik Ruru terfokus pada parasitologi dengan orientasi biomedis. Penelitian sarjananya membahas prevalensi Babesia canis dan Ehrlichia canis, dua jenis parasit darah pada anjing. Ia melihat bahwa dibandingkan penelitian pada virus, bakteri, dan jamur, parasitologi—terutama yang berkaitan dengan darah dan air—masih kurang mendapat perhatian.
Selama dua tahun ke depan, ia ingin mengasah keterampilan di bidang biokimia dan metode laboratorium molekuler, memanfaatkan kekayaan biodiversitas Indonesia untuk perbandingan dengan Zimbabwe. Ruru menghargai akses ke pakar parasitologi, fasilitas sekuensing, serta kesempatan berinteraksi dengan profesor tamu dari Jepang, Cina, serta negara-negara Eropa, yang dapat membuka jalur menuju studi doktoral.
Kehidupan Sosial dan Dukungan Komunitas
Seperti banyak mahasiswa internasional lainnya, Ruru sempat mengalami rasa rindu rumah, namun dukungan komunitas yang kuat dan rutinitas harian membantunya beradaptasi. Momen terbaiknya sejauh ini adalah rasa kebersamaan dan bantuan konsisten yang ia terima dari teman-teman dan staf pengajar.
Masa Depan
Setelah menyelesaikan studi magister, Ruru berencana kembali ke Zimbabwe untuk menjadi peneliti dan dosen—idealnya di almamaternya. Ia ingin berkontribusi pada pengembangan departemennya, meningkatkan praktik pengelolaan lingkungan, dan bekerja sama dengan lembaga seperti Badan manajemen lingkungan di Zimbabwe.
Perjalanannya mencerminkan kekuatan pertukaran akademik, kemampuan beradaptasi lintas budaya, dan tekad yang kuat. Saat ia menjalani kegiatan di laboratorium dan ruang kuliah UGM, Ruru tidak hanya membangun masa depannya sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi ilmiah yang lebih erat antara Zimbabwe dan Indonesia.
Yogyakarta (UGM) – Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, menorehkan prestasi gemilang di ajang Internasional yaitu Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) dengan meraih Gold Medal dan IYSA Special Award dalam kategori Bidang Bioteknologi yang berlangsung pada tanggal 1-4 Agustus 2025 di Politeknik Negeri Semarang.

Tim yang beranggotakan Anggistina Wulansari, Siti Zulaikha, Anisa Kurniati dan Maria Virgine Lilyana Manumanas di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M. Biotech. mempresentasikan inovasi berjudul “Herbal Hand Soap ZIP” sebagai bentuk upaya dalam mencegah infeksi Nosokomial”.
Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang umum terjadi di rumah sakit yang disebabkan oleh bakteri Proteus sp., Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa. Pencegahan infeksi ini dapat dilakukan melalui kebiasaan mencuci tangan. Oleh karena itu, hand soap ZIP menawarkan solusi sebagai antimikroba alami.
Mengusung konsep “from nature to health”, inovasi ini meramu ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar), minyak atsiri bunga kamboja (Plumeria alba), dan ekstrak kulit jeruk menjadi formula sabun cuci tangan herbal dengan daya antibakteri tinggi. Dalam hasil pengujian membuktikan kemampuannya dalam menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi nosokomial seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli. Lebih dari sekadar produk kebersihan, Hand Soap ZIP menawarkan solusi preventif yang alami, ramah lingkungan, sekaligus mengubah limbah organik menjadi inovasi bernilai untuk meningkatkan keamanan dan higienitas di fasilitas kesehatan serta guna mencegah infeksi nosokomial di Indonesia.
Hand Soap ZIP dinilai unggul karena mampu menjawab tantangan tingginya kasus infeksi nosokomial di fasilitas kesehatan, sekaligus berkontribusi terhadap beberapa poin utama SDGs seperti peningkatan kesehatan dan kesejahteraan (SDGs 3), inovasi dan infrastruktur industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDGs 12), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17). Produk ini hadir sebagai solusi nyata dengan memanfaatkan bahan alami dan limbah organik dan memiliki nilai guna untuk menghasilkan sabun cuci tangan antibakteri yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung upaya preventif kesehatan dan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
“Infeksi nosokomial bukan hanya angka di laporan rumah sakit, tapi nyata mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Melalui Hand Soap ZIP, kami ingin menghadirkan perlindungan yang dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan,” ujar Anggistina Wulansari, ketua tim.
Siti Zulaikha menambahkan, “Kami percaya bahwa solusi kesehatan tidak selalu harus mahal atau berbahan kimia dengan konsentrasi tinggi. Bahan alami dari alam Indonesia bisa menjadi tameng efektif melawan bakteri berbahaya, sekaligus ramah lingkungan.”
“Bagi kami, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah bukti bahwa riset yang kami kerjakan di laboratorium bisa melahirkan inovasi nyata yang bermanfaat dan digunakan secara masif oleh masyarakat,” tutur Anisa Kurniati.
Maria Virgine Lilyana Manumanas menambahkan, “Hand Soap ZIP bukan hanya tentang membersihkan tangan, tapi juga tentang memberdayakan potensi alam dan mengubah limbah menjadi solusi kesehatan. Kami ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika dikerjakan dengan riset yang tepat.”
Ajang Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) menjadi wadah bagi inovator muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya kreatif dan solutif berbasis sains dan teknologi terhadap berbagai tantangan global.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi bukti konkret kontribusi mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM dalam mengintegrasikan ilmu biologi, bioteknologi, dan prinsip keberlanjutan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya dalam pencegahan infeksi nosokomial. Di masa mendatang, tim berharap riset ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjalin kemitraan dengan sektor industri maupun fasilitas kesehatan untuk mewujudkan implementasi nyata di lapangan. [Penulis: Anggistina Wulansari]
Yogyakarta, 28-30 Juli 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Prof. Kozo Watanabe dari Ehime University, Jepang, dan dr. Lia Faridah, M.Si., PhD. dari Universitas Padjadjaran (UNPAD), dr. Yenny Rahmawati, M.Biomed dari IPB, Muhammad Akbar Thufail, S.Si., M.Si. dari UNPAD dan dua mahasiswa sarjana FK UNPAD. Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk menjajaki dan memperkuat kolaborasi riset di bidang biologi molekuler vektor penyakit dan strategi pengendaliannya, khususnya dalam konteks penyakit tular vektor yang menjadi isu kesehatan global.
Hari Pertama: Seminar Ilmiah dan Diskusi Kolaborasi
Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan seminar ilmiah bertema “Mosquito-borne Diseases Control: Past and Present” yang diadakan di Fakultas Biologi UGM. Seminar ini dihadiri oleh sivitas akademika dan peneliti dari berbagai institusi, dan menjadi forum ilmiah untuk berbagi pengetahuan terkini dalam pengendalian penyakit berbasis vektor. Seminar ini mengundang Prof. Kozo Watanabe, dr. Lia Faridah, M.Si., PhD., Prof. dr. Eggi Arguni, M.Sc., Ph.D., Sp.A (K)., Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed sebagai pembicara dan Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng sebagai moderator.
Usai seminar, rombongan melakukan kunjungan laboratorium di lingkungan Fakultas Biologi UGM untuk melihat langsung fasilitas riset, khususnya yang mendukung studi entomologi, parasitology, dan genomika ke Integrated Genome Factory Fakultas Biologi UGM. Hari pertama diakhiri dengan diskusi kolaborasi resmi antara para tamu dengan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerjasama dan Alumni Fakultas Biologi UGM, membahas peluang konkret kerja sama riset internasional dan pertukaran akademik.
Hari Kedua: Sinergi Riset Lintas Institusi
Hari kedua dimulai dengan kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, membahas program pengendalian penyakit tular vektor di daerah Yogyakarta dan peluang integrasi riset akademik ke dalam kebijakan kesehatan masyarakat.
Selanjutnya, dilakukan diskusi mendalam bersama tim Laboratorium Entomologi dan Parasitologi Fakultas Biologi UGM yang dihadiri oleh Prof. Kozo Watanabe, dr. Lia Faridah, M.Si., PhD. Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed, dr. Yenny Rachmawati, M.Biomed, Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng , Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D., Muhammad Akbar Thufail, S.Si., M.Si. dan dua mahasiswa FK UNPAD , membahas potensi kerja sama dalam studi ekologi serangga dan molekular vektor penyakit. Kunjungan berlanjut dengan pertemuan bersama Prof. Dr. Eggi Arguni di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, fokus pada riset Wolbachia sebagai pendekatan bioteknologi untuk menghambat penyebaran virus oleh nyamuk vektor.
Kegiatan hari kedua ditutup dengan kunjungan ke Insektarium Wolbachia yang berada di UGM Science Technopark, untuk meninjau riset implementatif yang dilakukan dalam mendukung program pengendalian vektor di tingkat nasional.
Hari Ketiga: Penjajakan Kolaborasi Riset Nasional
Hari terakhir diisi dengan kunjungan ke Balai Besar Litbang Kesehatan (Litbangkes) Salatiga dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Di kedua lembaga ini, Dr.RR Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP &E., M.Biomed, Dr.Eng. Atikah Fitria Muharromah., S.Si., M.Eng, Prof. Watanabe dan dr. Lia Faridah, Ph.D melakukan dialog strategis guna menjajaki kolaborasi riset lintas negara dalam penanganan penyakit menular dan pengembangan inovasi pengendalian vektor secara berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis Fakultas Biologi UGM dalam memperluas jejaring kolaborasi internasional dan nasional, serta mendukung pengembangan riset yang berdampak nyata dalam bidang kesehatan masyarakat dan bioteknologi vektor. Fakultas Biologi UGM berkomitmen untuk terus menjadi pusat keunggulan dalam riset biodiversitas tropis dan penyakit menular.





















































