Bantul, 1 Mei 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Hibah Fakultas Biologi UGM Tahun 2026. Program ini mengusung tema “Biosecurity Terpadu sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Lingkungan dan Ketahanan Pangan pada Masyarakat Mitra GEMI Guna Mendukung Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG 3)”.
Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 pukul 08.30-11.00 WIB di di Rumah Ibu Sudartini, Dusun Ngireng-ireng, Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota GEMI sebagai pengelola rumah tangga sekaligus sekaligus ujung tombak ketahanan pangan keluarga.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung sepanjang Maret hingga November 2026. Pada semester genap (Maret-Juni 2026), kegiatan difokuskan pada sosialisasi biosecurity terpadu meliputi pelatihan hidroponik serta pemasangan dan monitoring lubang resapan biopori.
Permasalahan lingkungan di kawasan permukiman padat, seperti keterbatasan lahan, minimnya ruang hijau, serta pengelolaan sampah organik yang belum optimal, menjadi tantangan utama dalam menjaga kesehatan lingkungan dan ketahanan pangan. Dalam perspektif biosecurity, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko penyakit serta menurunkan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, program ini dirancang sebagai solusi berbasis rumah tangga yang integratif dan berkelanjutan.
Tim PkM Fakultas Biologi UGM diketuai oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., dengan anggota dosen Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Si., Ph.D. dan Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.. Tim turut melibatkan mahasiswa lintas jenjang sebagai pendamping lapangan, diketuai oleh Zahratun Nadwatits Tsaniyah (S1), bersama anggota Foumiga Gusten Oktaviana, Berliana Aura Cinta Laela, Alifiansyah Sutama, Lintang Permatasari, serta Anggistina Wulansari dari Program Magister Fakultas Biologi UGM dan Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dari Program Doktoral Fakultas Biologi UGM . Tidak lupa kegiatan ini juga dibersamai oleh volunteer dari mahasiswa Aminin Akbar Maskuri, dan Muhammad Naufal Arya Pratama (S1).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi konsep biosecurity berbasis rumah tangga, yang menekankan keterkaitan antara pengelolaan lingkungan, pencegahan penyakit, dan ketahanan pangan. Selanjutnya, peserta mendapatkan edukasi mengenai budidaya hidroponik, meliputi pengenalan sistem tanam tanpa tanah, penggunaan media seperti rockwool dan netpot, serta pemanfaatan nutrisi tanaman baik dari pupuk organik cair (POC) maupun larutan AB Mix.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai teknik penyemaian benih, pengaturan pH air, serta pemberian nutrisi sesuai fase pertumbuhan tanaman. Jenis tanaman yang diperkenalkan antara lain pakcoy dan kangkung yang sesuai untuk dibudidayakan pada lahan terbatas.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Peserta secara aktif terlibat dalam proses penyemaian, pencampuran nutrisi, hingga perakitan sistem hidroponik secara mandiri. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan praktik.
Sebagai bagian dari implementasi biosecurity terpadu, tim juga melakukan monitoring lubang resapan biopori yang telah dipasang di sekitar lokasi kegiatan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025. Biopori dengan kedalaman 80-100 cm tersebut berfungsi untuk meningkatkan daya resap air sekaligus mengelola sampah organik secara lebih higienis.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pembagian souvenir, doorprize, dan konsumsi sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Ke depan, program akan dilanjutkan pada semester gasal (Juli-November 2026) dengan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan kompos dari limbah rumah tangga untuk mendukung keberlanjutan sistem hidroponik.
Program biosecurity terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemandirian anggota GEMI dalam menciptakan lingkungan sehat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mengurangi praktik pembuangan sampah organik yang tidak terkelola. Program ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui terlaksananya program biosecurity terpadu ini, Fakultas Biologi UGM dan GEMI berharap anggota GEMI di Dusun Ngireng-ireng dapat menjadi pelopor pengelolaan lingkungan rumah tangga yang sehat, produktif, dan berkelanjutan, serta menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Daerah Istimewa Yogyakarta. [Penulis: Zahratun Nadwatits Tsaniyah].





