Yogyakarta, 14–15 Juli 2026 – Peserta International Summer Course on Sustainable Development 2026 bertajuk “From Ecosystems to Repositories: Data-Driven Insights into Tropical Biodiversity” mengikuti kegiatan field trip sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Selama dua hari, peserta memperoleh kesempatan untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik lapangan melalui eksplorasi biodiversitas, penerapan teknologi geospasial, serta teknik dokumentasi dan preservasi spesimen di sejumlah lokasi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan hari pertama diawali dengan pre-departure orientation yang dipandu oleh Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc. & Dr. Ir. Yan Restu Freski, M.Eng. pada Senin (13/7) lalu sebelum peserta melaksanakan field trip di Stasiun Geologi Bayat di Klaten dan Pantai Porok, Gunung Kidul. Di kawasan Cemoro Sewu, Bayat, peserta mengikuti sesi pengenalan dan praktik penggunaan drone yang dipandu oleh Dr. Ir. Yan Restu Freski, M.Eng. bersama tim Aksara. Teknologi unmanned aerial vehicle (UAV) tersebut diperkenalkan sebagai salah satu metode modern untuk memperoleh data spasial dan mendukung pemetaan habitat serta pemantauan ekosistem secara efisien.
Selain mempelajari teknologi geospasial, peserta juga melakukan eksplorasi biodiversitas yang dipandu oleh Mukhlish Jamal Musa Holle, S.Si., M.Env.Sc., D.Phil. dan Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc.. Dalam kegiatan ini, peserta mengamati berbagai komponen keanekaragaman hayati di lapangan, mempelajari teknik observasi ilmiah, serta melakukan pengumpulan data sebagai dasar analisis biodiversitas.
Pada malam harinya, peserta mengikuti networking session yang dikemas dalam kegiatan barbecue, dan permainan interaktif. Sesi ini menjadi wadah bagi peserta dan fasilitator untuk saling bertukar pengalaman, memperkuat jejaring internasional, serta mendiskusikan isu-isu terkait konservasi biodiversitas dan pembangunan berkelanjutan dalam suasana yang lebih informal.
Hari kedua diawali dengan keberangkatan menuju Pantai Porok, Gunungkidul, untuk melaksanakan field sampling di kawasan pesisir. Sebelum kegiatan dimulai, peserta memperoleh pembekalan mengenai persiapan lapangan dan keselamatan kerja serta penjelasan sampling biodiversitas maupun pengamatan dengan drone, dilanjutkan dengan kegiatan focus group discussion (FGD) dan presentasi dari sesi kelas sebelumnya.
Selanjutnya, peserta melakukan pengambilan sampel biodiversitas pesisir yang dipandu oleh Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc. dan Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, bersamaan dengan drone sampling yang dipandu oleh Dr. Ir. Yan Restu Freski, M.Eng. bersama tim Aksara. Kombinasi pengamatan langsung dan pemanfaatan teknologi drone memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengintegrasikan data biologis dan geospasial untuk mendukung analisis ekosistem pesisir.
Sebagai bagian dari penguatan konsep open science dan citizen science, seluruh hasil pengamatan lapangan kemudian didokumentasikan dan diunggah ke platform iNaturalist, sehingga data biodiversitas yang diperoleh dapat menjadi bagian dari basis data global yang mendukung penelitian dan konservasi. Kegiatan field trip ditutup dengan refleksi bersama sebelum seluruh peserta kembali ke Fakultas Biologi UGM untuk melanjutkan rangkaian International Summer Course.
Melalui kegiatan lapangan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman praktis dalam eksplorasi biodiversitas dan penerapan teknologi geospasial, tetapi juga mengembangkan keterampilan kolaborasi lintas disiplin dan lintas budaya dalam menjawab tantangan konservasi keanekaragaman hayati. Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran berbasis pengalaman, SDG 15 (Life on Land) melalui penguatan kapasitas dalam eksplorasi dan konservasi biodiversitas, SDG 13 (Climate Action) melalui pemanfaatan teknologi geospasial untuk pemantauan lingkungan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.













