Ain Sokhna, Mesir, 20 Oktober 2026 – Enam mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Natasyabrina, Salma Farah Yumna, Amarthya Aulia Vadela, Aditya Ilham Alim, Nauval Rajwaa Raysendria, dan Muhammad Humam Rafi’i, mengikuti rangkaian kegiatan hari ketiga PROACT 2026 Winter School pada 20 Oktober 2026 di Stella Di Mare Grand Hotel, Ain Sokhna, Mesir. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa pertukaran (exchange students) dari Leipzig University, Jerman, serta mahasiswa Badr University in Cairo (BUC), Mesir. Partisipasi mahasiswa dari berbagai institusi dan negara memberikan kesempatan untuk bertukar pengetahuan, mengenal perspektif akademik yang beragam, dan membangun jejaring internasional.
Rangkaian kegiatan interaktif dilakukan yakni “Sand & Science: Interactive Field Operations” yang mencakup pelatihan penggunaan Mobile Suitcase Lab, pelatihan (Virtual Reality/VR) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta demonstrasi perangkap nyamuk berbasis AI (AI-powered Mosquito Trap). Sesi ini memperkenalkan peserta pada pemanfaatan teknologi dalam mendukung kegiatan ilmiah dan penerapannya di lapangan.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan “Evening Forum: Meet the Professor”. Forum ini dirancang untuk mendorong interaksi langsung antara mahasiswa dan profesor melalui makan malam bersama serta diskusi akademik. Peserta diarahkan untuk duduk bersama mahasiswa dari kelompok dan negara yang berbeda, dengan kehadiran setidaknya satu profesor di setiap meja. Pengaturan ini bertujuan mendorong komunikasi lintas budaya, memperluas jejaring akademik, dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan para akademisi.
Rangkaian kegiatan hari keempat ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Pelatihan teknologi dan pertukaran pengetahuan mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Pengenalan teknologi laboratorium, VR, dan AI berkaitan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, yang menekankan pentingnya inovasi dan pemanfaatan teknologi. Sementara itu, demonstrasi perangkap nyamuk berbasis AI memiliki relevansi dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui pengenalan teknologi yang berpotensi mendukung pemantauan vektor penyakit. Interaksi antara mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional.
Melalui PROACT 2026 Winter School, mahasiswa Fakultas Biologi UGM memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi, meningkatkan keterampilan komunikasi lintas budaya, serta membangun jejaring akademik internasional. Pengalaman ini diharapkan dapat mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan mendorong kolaborasi dalam bidang ilmu biologi dan penelitian di masa mendatang.


