Jakarta Pusat, 24 September 2026- Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada meraih peringkat 4 pada final BRINATHON (BRIN Idea Marathon) 2026, kompetisi Idea Concept Paper yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangkaian Indonesia Research and Innovation Fair (IRIFair) 2026. Tim terdiri dari Natasyabrina (ketua), Widyadhari Tara Jagaddhita, dan Zidna Tiara Heaveny, dengan bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. Final berlangsung pada 21-24 September 2026 di Kawasan Sains dan Teknologi Soekarno BRIN Cibinong dan BRIN Jakarta, dengan sepuluh finalis dari berbagai perguruan tinggi di klaster ini.
Sebelum presentasi di hadapan juri, tim mengikuti sesi diskusi dan pendalaman Idea Concept Paper bersama periset BRIN, Muhammad Reza Cordova. Sesi pembinaan ini membantu tim mempertajam gagasan, memperkuat argumen ilmiah, dan menyiapkan diri menghadapi sesi tanya jawab juri.
Tim mengangkat riset berjudul Ekotoksikogenomik Oxybenzone pada Embrio Danio rerio: Toksisitas Sub-Letal dan Ekspresi Gen ERα sebagai Biomarker Pencemaran Sunscreen di Perairan Wisata Bahari Bali. Oxybenzone adalah bahan penyaring UV pada produk tabir surya yang kini terdeteksi sebagai polutan emerging di perairan Asia. Riset ini mengkaji efek toksik sub-letal oxybenzone pada embrio ikan zebra (Danio rerio) pada konsentrasi yang relevan dengan kondisi lingkungan, serta ekspresi gen ERα sebagai biomarker gangguan endokrin. Luaran yang diharapkan adalah nilai ambang batas aman oxybenzone dan bukti ilmiah dari Indonesia untuk mendukung kebijakan tabir surya ramah terumbu karang (reef-safe).
Gagasan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan melindungi biota dan ekosistem pesisir dari pencemaran bahan kimia tabir surya, riset ini mendukung SDG 14 (Ekosistem Lautan). Dasar ilmiah yang dihasilkan juga dapat mendorong regulasi dan produk tabir surya yang lebih aman, sehingga berkontribusi pada SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan lingkungan, hewan, dan manusia, riset ini mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan BRIN dalam kompetisi ini turut memperkuat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Biologi UGM mampu menghadirkan gagasan riset yang relevan dengan isu lingkungan dan kebijakan nasional. [Penulis: Natasyabrina]


